Menurutnya, Dimyati harus mundur dari sebagai anggota DPR Fraksi PPP, jika berniat bergabung dengan PKS.
"Para politisi senior tentu paham etika berpindah partai," ujar Arsul dalam pesan singkat, Kamis (28/12).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain jabatan di Fraksi, Arsul juga mengaku, kecewa dengan sikap Dimyati secara sepihak yang menyatakan akan pindah ke PKS. Ia berkata, Dimyati tidak pernah berkomunikasi dengan Fraksi atau DPP PPP terkait dengan niatnya pindah ke PKS.
Asrul menilai, sebagai politisi senior, Dimyati seharusnya memiliki etika sebelum keluar dari PPP. Menurut Asrul, PPP sebenarnya tidak akan mempersoalkan kepindahan Dimyati jika dilakukan dengan etika politik yang baik.
Lebih dari itu, Arsul mengaku prihatin dengan citra PKS ke depan jika resmi menerima Dimyati
"DN bercermin diri lah apakah pantas dan begitu etika seorang poliitisi yang ingin terus berkarir politik. Kasihan PKS nanti, karena ketempatan anggota baru yang etika atau fatsoen politiknya tidak gentle," tegas Arsul.
Sebelumnya, Dimyati mengaku akan pindah dari PPP ke PKS. Selain karena alasan dualisme, kepindahan Dimyati terkait dengan rencana pencalonannya kembali pada pemilihan legislatif (pileg) 2019 dari dapil Banten. (agi/agi)