Polisi Tangkap Warga Jepang Pelaku Pencabulan Anak

Bintoro Agung, CNN Indonesia | Sabtu, 30/12/2017 17:25 WIB
Polisi Tangkap Warga Jepang Pelaku Pencabulan Anak Polisi menangkap seorang warga negara Jepang pelaku pencabulan terhadap dua orang anak. (Ilustrasi/ThinkStock/Somkku)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kepolisian Resor Metro Jakarta Selatan menangkap warga negara Jepang berinisial AA karena melakukan pencabulan terhadap dua orang anak berinisial JC dan NC.

Kepada polisi, AA mengatakan pencabulan terhadap korban dilakukan dengan bantuan jasa perantara seorang perempuan yang biasa dipanggil Mami D.

"Kalau untuk pelaku ini pengakuan yang baru sekali namun si korban ini sudah menjadi korban pelaku lainnya," kata Kombes Mardiaz Kusin Dwihananto di Mapolres Metro Jakarta Selatan, Sabtu (30/12).
Mardiaz belum mengetahui adanya riwayat kelainan seksual pada AA. Mereka masih berencana membawa tersangka ke psikolog untuk mengetahui hal tersebut. AA berusia 49 tahun dan berprofesi sebagai koki di sebuah restoran Jepang di Jakarta.


Kata Mardiaz, tersangka berpotensi dijeraat pasal 76 e juncto 82 UU 35/2014 tentang perlindungan anak dengan hukuman 15 tahun penjara.

Peran Perantara

Mardiaz mengatakan, Mami D menghubungkan para pelaku dengan predator seksual seperti AA. Dia menjanjikan uang kepada korban.

Setelah beres, korban berinisial JC dan NC yang masing-masing berusia 11 dan 12 tahun dibawa ke hotel.

Menurut pengakuan Mami D, dirinya sudah melakukan kejahatan ini sebanyak dua kali.

Namun dari keterangan korban, polisi menyebut pelecehan seksual sudah terjadi hingga lima kali dengan perantara yang sama.

"Diduga Mami juga pernah menjual anak-anak di bawah umur yang lain," imbuh Mardiaz

JC dan NC sehari-harinya berjualan tisu di kawasan Blok M. Sementara orang tua korban berprofesi sebagai pedagang minuman.

Melihat peran Mami D tadi dan kesaksia korban, Polres Metro Jakarta Selatan sedang mengejar tiga pelaku kejahatan serupa.

"Semua warga negara asing," pungkas Mardiaz.

(ugo/ugo)