Mereka adalah warga Kampung Pulo. Mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok saat itu mengharuskan mereka pindah. Alasannya, rumah warga di bantaran Kali Ciliwung menyebabkan banjir yang terus berulang tanpa akhir.
Relokasi saat itu menuai protes.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mereka jauh mengungguli pasangan petahana Ahok dan wakilnya, Djarot Saiful Hidayat. Sorak kegembiraan dan takbir mewarnai suasana kemenangan Anies-Sandi di Rusun Jatinegara Barat saat itu.
Sambil melayani pembeli di warung rokoknya, Suhendi (51) bercerita kepada CNNIndonesia.com tentang harapannya sejak Anies-Sandi menjabat. Ia sendiri salah satu warga gusuran Kampung Pulo yang kini memiliki dua unit di lantai 12 Rusun Jatinegara Barat.
Suhendi, warga gusuran Kampung Pulo, menceritakan harapannya di tahun baru. (CNNIndonesia/Mesha Mediani) |
Suhendi selalu mendoakan supaya Anies-Sandi sukses selamanya. Sebab, ia meyakini pemimpin pilihannya itu akan selalu mengayomi warga kelas menengah bawah seperti dia dan keluarganya.
"Saya belum puas, masalahnya dia belum pernah sama sekali ke sini. Warga sini mengharapkan kedatangan dia," kata Suhendi.
Seorang warga kemudian menghampiri warung Suhendi. Dia membeli dua batang rokok. Pria yang bekerja sebagai buruh serabutan itu bernama Fadil.
"Pak Anies belum pernah ke sini kan, Dil?" tanya Suhendi ke Fadil sambil memberi uang kembalian.
Suhendi mengungkapkan keinginannya mengadu langsung kepada Anies soal ganti rugi atas penggusuran dua tahun silam.
Setelah Kampanye, Anies belum pernah berkunjung lagi ke Rusun Jatinegara Barat. (CNN Indonesia/Abi Sarwanto) |
"Zaman Pak Jokowi bilangnya 'ganti untung', Pak Ahok bilangnya 'ganti rugi', saya harap Pak Anies bisa beresin," kata Suhendi.
Qomariah (55), pedagang nasi ulam yang juga penghuni rusun, turut mengharapkan kehadiran pasangan kepala daerah yang diusung Partai Gerindra dan Partai Keadilan Sejahtera tersebut.
Dia mengaku belum merasakan perubahan signifikan setelah Anies-Sandi menjadi pemimpin Jakarta. Alasannya terdengar sederhana.
"Belum pernah ada perubahan karena dia belum ke sini," kata Qomariah.
Suhendi, warga gusuran Kampung Pulo, menceritakan harapannya di tahun baru. (CNNIndonesia/Mesha Mediani)
Setelah Kampanye, Anies belum pernah berkunjung lagi ke Rusun Jatinegara Barat. (CNN Indonesia/Abi Sarwanto)