Penambang Tradisional Usir Alat Berat di Pertambangan Semeru

CNN Indonesia, CNN Indonesia | Sabtu, 06/01/2018 02:54 WIB
Penambang Tradisional Usir Alat Berat di Pertambangan Semeru Ratusan penambang tradisional di Lumajang Jawa Timur, mengusir paksa alat berat dari lokasi pertambangan pasir semeru dialira lahar semeru Desa Jugosari, Kecamatan Candipuro, Lumajang, Jumat (05/1). (CNN Indonesia/Kurniawan Dian)
Lumajang, CNN Indonesia -- Ratusan penambang tradisional di Lumajang Jawa Timur, mengusir paksa alat berat dari lokasi pertambangan pasir semeru di aliran lahar semeru Desa Jugosari, Kecamatan Candipuro, Lumajang, Jumat (5/1).

"Pengusiran alat berat tersebut lantaran belum ada kesepakatan antara pemilik izin tambang, dengan penambang tradisional, sehingga dinilai merugikan penambang tradisional yang mayoritas warga setempat," tutur Slamet, salah satu penambang pasir tradisional.

Ratusan warga Desa Jugosari, beramai ramai mendatangi lokasi pertambangan pasir semeru milik PT Lumajang Jaya Sejahtera (LJS) di lokasi penambangan desa setempat.
Warga yang mayoritas berprofesi sebagai penambang tradisional ini langsung menghentikan paksa empat unit alat berat yang sedang melakukan pengisian pasir ke dalam truk. Bahkan, sejumlah truk yang sudah terisi pasir, ditumpahkan paksa oleh warga.


"Penggunaan alat berat ini dilakukan secara sepihak oleh pemilik izin tambang, padahal, dilokasi tersebut, sebelumnya sudah ada perjanjian, aktivitas penambang pasir galian c hanya menggunakan tenaga manual," ucapnya.

Bahkan, kata Slamet, penggunaan alat berat itu justru merugikan penambang tradisional. "Biasanya penambang tradisional mendapatkan upah lima puluh ribu rupiah per truk, kini hanya diupah tiga puluh ribu rupiah," ujarnya.

Sementara itu, Manager Operasional PT LJS, Feri Efendi membantah jika tidak ada pertemuan sebelumnya. Pihaknya, mengaku sudah melakukan koordinasi dengan penambang tradisional, meski tidak semua penambang dilibatkan.

"Sebetulnya bukan penolakan, namun komunikasi yang belum sampai, karena ada yang belum hadir waktu pertemuan, jadi perusahaan akan sampaikan lagi apa yang akan diberikan oleh perusahaan kepada masyarakat,” katanya.

Pemilik izin tambang PT LJS berencana  akan melakukan pertemuan ulang dengan seluruh penambang tradisional dilokasi tambang miliknya untuk mencari kesepahaman penggunaan alat berat.

Untuk menghindari aksi massa, keempat unit alat berat milik PT LJS yang melakukan penambangan di lokasi tambang pasir Semeru terpaksa dikeluarkan dulu dari lokasi tambang yang berada di daerah aliran sungai Gunung Semeru tersebut.
(dik/ugo)