Pria yang kembali maju dengan dukungan PDIP, PPP, dan Demokrat itu menyatakan tak ingin ada kesan negatif pada dirinya karena dikaitkan kasus E-KTP. Atas dasar itu, pria berambut putih itu pun mendesak agar kasus proyek di Kementerian Dalam Negeri itu dibongkar semua agar ketahuan siapa saja yang terlibat.
"Bongkar saja semua filenya, mas. Biar tahu semua", ujar Ganjar singkat saat ditemui di Rumah Dinasnya Puri Gedeh, Semarang, Senin (8/1).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain PDIP, PPP dan Demokrat, Partai Golkar juga dikabarkan ikut merapat mendukung pasangan Ganjar Pranowo-Gus Yasin.
Langkah politik PDIP menggandeng kader dari partai lain di Pilkada Jawa Tengah ini merupakan sesuatu yang baru.
Meski sempat dicibir PDIP dalam kondisi yang galau dan kurang percaya diri, namun langkah PDIP menggandeng partai lain terlebih dengan basis religius menjadi kekuatan politik baru yang kerap disebut Koalisi Abangan-Santri.
"Bismillah ya, selalu Bismillah. Kalau selama ini PDIP selalu sendirian kok kesannya sombong. Tapi ini mengajak partai lain dan langsung gabung pastinya bagus. Pokoknya Bismillah", tambah Ganjar.
Gabungan koalisi Abangan-Santri itu tercatat 48 kursi di DPRD Jateng. PDIP memiliki 31 kursi, disusul Demokrat sebanyak 9 kursi, dan PPP 8 kursi. Andai Golkar jadi merapat, maka ditambah lagi 10 kursi.
"Kalau kami di DPD menyerahkan sepenuhnya ke DPP, keputusan strategis tentang Pilgub Jateng kami percayakan penuh kepada DPP. Beberapa hari terakhir, yang digodok memang dukungan kepada PDIP," kata Wisnu.
Rencananya, pasangan Ganjar Pranowo-Gus Yasin akan datang mendaftar ke Kantor KPU Jateng pada esok Selasa (9/1) siang didampingi jajaran Pimpinan Partai pendukung dan para relawan. (kid/djm)