Menurutnya, kelebihan Puti diklaim semakin membuka peluang kemenangan karena pasangannya, yakni bakal Cagub Jatim Syaifullah Yusuf dipastikan telah mengamankan sebagian suara kalangan Nahdatul Ulama.
"Yang paling penting dia bisa melengkapi, memperkuat elektabilitas. Dia bisa menggerakkan secara meyakinkan kaum abangan," ujar Daniel di Gedung DPR, Kamis (11/1).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Istilah abangan berasal dari kata bahasa Jawa yang berarti merah, pertama kali digunakan oleh Antropolog asal Amerika Serikat, Clifford Geertz.
"PKB meyakini bahwa Jateng dan Jatim membutuhkan sosok perempuan karena jumlah kaum ibu dan anak muda sangat banyak. Kalo guyonnya, kita membutuhkan pasangam yang normal," ujarnya.
Di sisi lain, Daniel berkata, PKB tidak pernah mendesak PDIP untuk menunjuk Puti sebagai pengganti Abdullah Azwar Anas.
Ia berkata, nama Puti merupakan rekomendasi pribadi Gus Ipul kepada PDIP.
"Kita memberikan wewenang sepenuhnya kepada Gus Ipul mewakili DPP PKB untuk berkomunikqai dengan PDIP. Intinya menjadi hak prerogatif PDIP tapi kami sangat berterima kasih PDIP menghargai masukan dari Gus Ipul," ujarnya.
PDIP secara resmi mengumumkan Puti Guntur Sukarno sebagai bakal calon wakil gubernur pendamping Saifullah Yusuf atau Gus Ipul di Pemilihan Gubernur Jawa Timur 2018.
Pasangan Gus Ipul-Puti diusung gabungan empat partai politik dengan total 58 kursi, yakni PKB (20 kursi), PDI Perjuangan (19 kursi), PKS (6 kursi) serta Partai Gerindra (13 kursi). (ugo)