Pimpin Kalbar, Dodi Diingatkan Soal Potensi Konflik

Bimo Wiwoho, CNN Indonesia | Selasa, 16/01/2018 03:59 WIB
Pimpin Kalbar, Dodi Diingatkan Soal Potensi Konflik Penjabat Gubernur Kalbar Dodi Riyadmadji, 2017. Mendagri Tjahjo Kumolo memintanya agar menjalin komunikasi dengan aparat dan kekuatan politik lokal. (Foto: CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo melantik Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Dalam Negeri Dodi Riyadmadji sebagai penjabat Gubernur Kalimantan Barat untuk menggantikan sementara posisi Gubernur Kalimantan Barat Cornelis yang habis masa jabatannya pada Sabtu (13/1).

Dodi dilantik berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 5/P 2018 tentang Pengesahan Pemberhentian dengan Hormat Gubernur dan Wakil Gubernur Kalimantan Barat Masa Jabatan 2013-2018 dan Pengangkatan Penjabat Gubernur Kalimantan Barat.

Tjahjo mengingatkan Dodi Agar menjalankan tugasnya secara optimal sebagai penjabat Gubernur Kalimantan Barat dan menjalin koordinasi dengan DPRD Kalbar serta berkomunikasi dengan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat.


"Saya percaya Saudara akan laksanakan tugas sebaik-baiknya, sesuai tugas yang diberikan,” ucap Tjahjo saat memberi sambutan, di kantor Kemendagri, Senin (15/1).

Tjahjo lalu mengucapkan terima kasih Kepada Cornelis karena telah menjalankan mandatnya hingga masa jabatan habis. Menurut Tjahjo, Cornelis hampir berhasil merealisasikan semua janji politiknya.

"Stabilitas keamanan terjaga dengan baik, percepatan pembangunan, perbatasan dan lain-lain," ucapnya.

Pada kesempatan yang sama, Cornelis berharap Dodi bisa menjalankan tugas dan kewajibannya memimpin Kalbar hingga kepala daerah hasil Pilkada Kalbar 2018 terpilih dan dilantik.

"Mudah-mudahan penjabat sukses memimpin Kalbar. Kalbar ini kecil, kira-kira luasnya hanya setengah Pulau Jawa, lautnya dan letaknya juga sangat strategis, berhadapan dengan dengan laut Cina selatan, Malaysia," kata Cornelis.

Cornelis juga mengingatkan potensi konflik yang sering terjadi di daerahnya.

"Konflik pernah terjadi, sudah 17 kali, tapi konflik agama tidak pernah terjadi. Kalaupun ada mungkin sekarang, karena diciptakan orang dari luar," ujarnya.

Dodi, yang juga bekas Kepala Pusat Penerangan Kemendagri, akan menjabat sebagai penjabat Gubernur Kalimantan Barat hingga ada gubernur-calon gubernur baru hasil Pilkada Kalbar 2018.

Diketahui, Cornelis, bersama Christiandy Sanjaya, menjabat sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Kalimantan Barat periode 2013-2018.

Proses pelantikan Dodi dihadiri ini sejumlah pejabat eselon I dan II Kemendagri, di antaranya, Dirjen Otonomi Daerah Soemarson serta Dirjen Administrasi Kependudukan dan Catatan Sipil Zudan Arif Fakrulloh. Pelantikan dilakukan di Kantor Kemendagri, Jakarta pada Senin (15/1).

"Demi Allah saya bersumpah akan memenuhi kewajiban saya sebagai penjabat Gubernur Kalimantan Barat dengan sebaik-baiknya san seadil-adilnya,” ucap Dodi, mengulangi apa yang diucapkan Tjahjo. (arh/arh)