Saksi kebakaran yang juga petugas jaga genset, Cecep (72), mengatakan, perahu yang ada di ruangan tersebut bukan replika, melainkan perahu dengan ukuran besar yang biasa digunakan nelayan untuk melaut.
"Bukan pajangan yang kecil-kecil. Perahu beneran. Panjangnya 6-7 meter lah,” ucap dia di Museum Bahari, Jakarta. selasa (16/1).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia juga memastikan bahwa perahu perahu tersebut hangus terbakar, karena api melalap seluruh bangunan gedung C.
Selain perahu, ruangan tersebut juga biasa dipakai untuk menyimpan barang-barang bekas. Cecep menduga api cepat membesar karena percikan menyulut barang barang bekas tersebut.
Cecep mengatakan, ada beberapa perahu yang memang diletakkan di ruangan tersebut. Namun, tidak mencapai belasan buah. Perahu-perahu tersebut bagian dari koleksi.
Menurutnya, tidak banyak pengunjung yang tertarik mendatangi ruangan tersebut karena berada di bagian sudut kompleks museum.
Sebelumnya, Museum Bahari, di Jakarta Utara, dilaporkan terbakar pada Selasa (15/1), pukul 08.55 WIB. Gedung C adalah bagian museum yang terbakar habis. Museum itu menyimpan artefak sejarah kemaritiman Indonesia, hingga kapal-kapal modern dan koleksi TNI AL.
(arh)