PUPR Beberkan 2 Dugaan Sementara soal Selasar BEI yang Roboh

djm, CNN Indonesia | Selasa, 16/01/2018 14:50 WIB
PUPR Beberkan 2 Dugaan Sementara soal Selasar BEI yang Roboh Dugaan sementara robohnya selasar BEI karena konsentrasi beban terkumpul pada salah satu titik selasar mengakibatkan salah satu penggantung terlepas. (ANTARA FOTO/Elo)
Jakarta, CNN Indonesia -- Selasar Bursa Efek Indonesia (BEI) roboh, Senin (15/1). Pihak kepolisian masih melakukan kajian atas insiden yang menyebabkan 77 korban luka-luka itu.

Kementerian PUPR membeberkan laporan awal hasil kajian yang bersifat tidak resmi dan beredar luas di wartawan, Selasa (16/1). Laporan tersebut bertajuk 'Laporan Kajian Teknis Pendahuluan Kegagalan Bangunan Gedung Tower Gedung Bursa Efek Indonesia.’

Laporan yang dibuat pada 15 Januari itu dilakukan setelah tim PUPR melakukan pengamatan dan kajian awal di lokasi kejadian selama tiga jam.


Dalam laporan disebutkan, ada dua dugaan sementara. Pertama, konsentrasi beban terkumpul pada salah satu titik selasar mengakibatkan salah satu penggantung terlepas dari kedudukannya di atas dan memicu penggantung lainnya turut lepas.

Kedua, beban momen yang terjadi tidak mampu dipikul oleh tumpuan pada dinding vertikal dan memicu kegagalan bangunan.


Atas dugaan tersebut, kesimpulan sementara karena sling putus, penjepit sling terlepas, baut tidak kencang, baut patah, penurunan kekuatan sling, baut, atau penjepit akibat korosi dan robeknya pertemuan baja dengan beton kolom dan/atau balok.

Tindak lanjut dari kejadian tersebut, pertama, pengamatan lebih dekat, terutama pada area yang diperkirakan sebagai titik pemicu kegagalan bangunan.

Kedua, pengkajian lebih lanjut terhadap dokumen pembangunan gedung. Ketiga, simulasi rekonstruksi pembebanan untuk meilai kemampuan struktur dalam memikul beban yang terjadi dikomparasi terhadap beban rencana.

Sementara Pusat Laboaratorium Forensik Mabes Polri masih mengidentifikasi robohnya lantai selasar Tower II gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta.

Rencananya hari ini, polisi akan kembali memeriksa gedung dan meminta keterangan dari pengelola gedung yakni Cushman & Wakefield Indonesia.

"Kami masih berkoordinasi dengan Puslabfor, kalau penyebab robohnya, nanti yang berwenang adalah Puslabfor," kata Direktur Cushman and Wakefield Indonesia Farida Riyadi kepada CNN Indonesia.com, Selasa (16/1).


Farida mengatakan, belum dapat memberikan keterangan lebih rinci tentang robohnya lantai mezzanine tower II tersebut.

"Kami tunggu hasil Puslabfor. Nanti saja," katanya.

[Gambas:Video CNN] (asa)