FOTO: Jerit Hati Nelayan soal Larangan Cantrang

Mohammad Safir Makki, CNN Indonesia | Kamis, 18/01/2018 09:03 WIB

Jakarta, CNN Indonesia -- Ribuan nelayan berdemonstrasi di Istana. Mereka mendesak larangan penggunaan cantrang dicabut. Tuntutan mereka dipenuhi pemerintah namun dengan sejumlah syarat.

Ribuan nelayan yang tergabung dalam Aliansi Nelayan Indonesia (ANNI) berunjuk rasa di Taman Pandang Istana Merdeka, Jakarta, kemarin. Nelayan dari sejumlah daerah itu menuntut larangan pennggunaan cantrang dicabut. (CNNIndonesia/Safir Makki)
Larangan peggunaan cantrang dinilai sudah menyulitkan nelayan. Mereka bahkan mengklaim belasan ribu anak buah kapal bakal kehilangan pekerjaan. (CNNIndonesia/Safir Makki)
Dua aturan yang ditolak nelayan adalah Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan nomor 2 tahun 2015 tentang pelarangan penggunaan alat penangkapan ikan trawl dan seine nets dan Nomor 71 tahun 2016 tentang jalur penangkapan ikan dan penempatan alat penangkap ikan di wilayah pengelolaan perikanan (CNNIndonesia/Safir Makki)
Nelayan bertekad, jika tuntutan mereka soal cantrang tak dipenuhi, mereka akan bertahan di depan Istana dan tak akan pulang ke daerah masing-masing.(CNNIndonesia/Safir Makki)
Selain soal cantrang, nelayan juga minta pada Presiden Joko Widodo untuk mempertimbangkan jabatan Susi Pudjiastuti sebagai Menteri Kelautan dan Perikanan karena kebijakannya yang menyusahkan nelayan. (CNNIndonesia/Safir Makki)
Perwakilan nelayan akhirnya diterima oleh Jokowi yang didampingi Susi Pudjiastuti. Setelah melalui perdebatan alot, disepakati cantrang boleh digunakan nelayan. (CNNIndonesia/Safir Makki)
Nelayan menyambut gembira keputusan itu. Namun pencabutan larangan itu disertai dengan beberapa syarat seperti tidak boleh ada tambahan kapal serta tak ada pemalsuan bobot kapal. CNNIndonesia/Safir Makki
Nelayan juga diminta untuk mendaftarkan kembali kapal mereka serta mendaftarkan diri untuk mendapatkan alat tangkap pengganti cantrang. (CNNIndonesia/Safir Makki)