Nelayan Minta Jokowi Pertimbangkan Copot Menteri Susi

Tiara Sutari, CNN Indonesia | Rabu, 17/01/2018 16:34 WIB
Nelayan Minta Jokowi Pertimbangkan Copot Menteri Susi Selain soal legalisasi cantrang, para nelayan juga minta Jokowi mempertimbangkan jabatan Menteri KKP Susi Pudjiastuti. (CNN Indonesia/Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia -- Ribuan nelayan yang berdemonstrasi di depan Istana tak hanya menuntut legalisasi cantrang di wilayah perairan Indonesia. 

Para nelayan ini juga meminta Presiden mempertimbangkan jabatan Susi Pudjiastuti sebagai Menteri Kelautan dan Perikanan. 

“Kami meminta Pak Jokowi pertimbangkan kembali Susi ini jadi menteri, cocok atau tidak,” kata Ketua Aliansi Nelayan Indonesia, Riyono di Monas, Jakarta, Rabu (17/1).

Nelayan menilai, semua kebijakan Susi jelas merugikan mereka, terutama soal larangan penggunaan cantrang untuk menangkap ikan.


Dalam demonstrasi itu, para nelayan juga menyanyikan yel-yel yang isinya mengkritisi kebijakan Susi. Mereka menuding selama perempuan asal Pangandaran itu jadi Menteri, nelayan banyak dipersulit.

Saat berdemo, para nelayan membawa sejumlah atribut berupa poster dan tulisan-tulisan terkait tuntutan mereka agar cantrang segera dilegalisasi. Diantara atribut itu, nelayan juga membawa boneka berbentuk manusia yang bagian wajahnya ditempel foto Susi. 

Di boneka itu tertulis permintaan agar Susi membuka hati dan peduli pada nelayan kecil. 

Sementara itu, Anggota DPR Komisi IV Daniel Johan yang hadir mendampingi nelayan dalam demonstrasi ini menyebut agar Susi mau membuka hatinya terhadap permintaan para nelayan terkait cantrang. 

Apalagi kata dia, nelayan pun telah berulang kali mengajak Susi untuk berdialog terkait kebijakan pelarangan cantrang ini. 

“Sudah berulang kali diajak untuk berdialog. Tapi memang Ibu ini enggak punya hati, enggak mau dia duduk ngobrol sama nelayan,” kata Daniel di lokasi demo. 

Politikus Partai Kebangkitan Bangsa ini mengatakan, seharusnya Susi tidak serta merta melarang cantrang untuk nelayan menangkap ikan.

“Baiknya diatur sedemikian rupa jadi nelayan tidak kaget,” kata Daniel. (sur)