"Kenaikan air Bengawan Solo di Bojonegoro cukup cepat akibat Bengawan Solo di Jurug, Solo, juga Bengawan Madiun di Ngawi, masuk siaga banjir, sehari lalu," kata Kasi Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bojonegoro MZ. Budi Mulyono, seperti yang dilansir dari Antara.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Air di hilir Jawa Timur, masih ada kencenderungan naik, apalagi sungai di daerah hilir posisinya juga penuh dipengaruhi hujan lokal," kata Budi.
"Kalau sudah masuk siaga merah penanganan banjir Bengawan Solo dilakukan dengan melibatkan berbagai instansi terkait dengan membentuk posko bersama," ujar Budi.
Sesuai ketentuan, kata Kepala Pelaksana BPBD Andik Sujdarwo, penutupan pintu pematusan kota di tiga lokasi diberlakukan ketika ketinggian air Bengawan Solo di TBS mencapai 12,50 meter.
Penutupan pintu pematusan kota di Desa Banjarjo, Kelurahan Karangpacar, semuanya di Kecamatan Kota, sudah dilakukan ketika ketinggian air di Bojonegoro mendekati siaga banjir. "Pintu pematusan kota sudah kami tutup sejak malam hari," kata Andik.
Ia menambahkan penutupan tiga pintu pematusan kota itu sebagai usaha mencegah air Bengawan Solo tidak masuk ke perkotaan. Selain itu, pompa air juga sudah dipersiapkan untuk membuang air kalau di wilayah perkotaan terjadi banjir akibat hujan lokal.
"Kami menginstruksikan tim penanggulangan bencana di kecamatan yang dilalui Bengawan Solo untuk meningkatkan kewaspadaan dengan mengambil langkah-langkah yang dibutuhkan kalau ketinggian air terus meningkat," ujar Andik.
Seorang petani di Desa Temu, Kecamatan Kanor, Bojonegoro Eky Nurhadi menambahkan para petani yang sawahnya masuk daerah rawan banjir luapan Bengawan Solo di desanya, juga di Kecamatan Baureno, sebagian sudah mulai panen.
Namun, lanjut dia, sebagian tanaman padi di sejumlah desa di Kecamatan Kanor dan Baureno, yang lokasinya di daerah rawan banjir panennya masih kurang sekitar sepekan lagi.
"Kalau tanaman padi keluarga kami 4 hektare sudah selesai panen," kata Eky.
(ard)