Kasatreskrim Metro Jakarta Timur AKBP Sapta Maulana Marpaung mengatakan, peristiwa itu terjadi sekitar pukul 00.30 WIB. Namun dia belum dapat memastikan penyebab dari robohnya tiang LRT tersebut.
Ia menyebut tiang konstruksi LRT itu jatuh saat sedang dilakukan pemasangan boxgilder (sambungan) pada dua tiang yakni P28 dan P29. Ketika pemasangan tersebut sedang berlangsung dan sudah hampir 100 persen, justru boxgilder tersebut lepas.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat itu, kata Sapta, terdapat sejumlah pekerja yang sedang berada di atas. Saat roboh itulah, para pekerja ikut terjatuh dan mengalami luka-luka.
"Pas mau masang boxgilder, sudah mau nyambung (antar kedua tiang) ternyata lepas dan pekerja yang di atas ikut jatuh," kata Sapta.
Kelima korban itu adalah Roys (25) dengan luka lecet pada siku kiri, Abdul Mufid (25) dengan luka kaki terkilir, Wahyudi (17) dengan luka kaki memar, Jamaludin (27) dengan luka sobek pada dahi dan mulut serta Ahmad Junaedi (22) dengan luka memar pada dada kiri.
Sapta mengatakan, dari kejadian tersebut pihaknya juga belum dapat merinci kerugian yang dialami. Penanganan kasus tersebut, kata Sapta, masih dilakukan Polsek Pulogadung.
Sementara itu, Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno menduga kecelakaan itu terjadi karena kelalaian dalam mematuhi prosedur di lapangan. Dia mengatakan itu juga karena proyek pengerjaan infrastruktur LRT yang menghubungkan Kelapa Gading-Velodrome, Rawamangun itu tengah diburu waktu.
"Kalau dikejar target selalu seperti itu, ada saja prosedur yang terlupakan demi efisiensi waktu dan sebagainya," ujar Sandi di Balai Kota, Senin (22/1) pagi menanggapi konstruksi LRT Kayu Putih roboh. (kid)