Menurut Anies, media terkadang membuat berita yang belum pasti, sehingga membuat polemik di masyarakat.
"Padahal belum ada apa-apa, tiba-tiba jadi besar. Media itu kadang membuat sesuatu yang belum dijelaskan dengan rinci," kata Anies di Balai Kota, Jakarta, Jumat (26/1).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Wacana menghidupkan becak itu terlontar ketika Anies mengakui bahwa terdapat poin perlindungan dan penataan becak pada kontrak politiknya saat kampanye Pilkada DKI 2017. Menurut Anies, becak masih menjadi angkutan sehari-hari di tempat-tempat tersebut lantaran sebagian warga masih membutuhkannya.
"Saya selalu bilang, hampir semua kebijakan itu kami tata dulu. Tapi, ini sudah ada satu media yang mulai dari beberapa minggu lalu, terlalu awal dimunculkan, belum disiapkan efeknya. Malah seperti sekarang (polemik becak)," kata Anies.
"Intensif sekali, pagi, siang, sore, bahkan sampai malam," kata Anies.
Awak media kemudian meminta Anies agar bisa lebih terbuka kepada wartawan. Mereka meminta agar Anies bisa menjelaskan dan menjawab setiap pertanyaan wartawan lebih spesifik.
"Biar tidak jadi blunder pak," ujar salah satu wartawan.
Mendengar masukan wartawan, Anies hanya tertawa.
Dia kemudian meminta agar para wartawan kembali bersabar terkait pertanyaan yang diajukan kepadanya.
"Nanti, nanti, saya mau kejar pesawat ini," katanya.
[Gambas:Video CNN] (ugo/djm)