Anies Kritik Pemberitaan Media soal Becak

Tiara Sutari, CNN Indonesia | Jumat, 26/01/2018 19:36 WIB
Anies Kritik Pemberitaan Media soal Becak Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (tengah) menerima pengaduan warga, di Balai Kota, Jakarta, Jumat (20/10). Anies Baswedan mengatakan akan mengevaluasi alur pengaduan masalah agar tidak menyulitkan warga. Di samping itu warga tidak pernah dilarang datang ke Balai Kota untuk mengadukan masalahnya. (ANTARA FOTO/Galih Pradipta)
Jakarta, CNN Indonesia -- Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengkritik pemberitaan media tentang polemik 'menghidupkan' kembali becak sebagai moda transportasi Ibu Kota.

Menurut Anies, media terkadang membuat berita yang belum pasti, sehingga membuat polemik di masyarakat.

"Padahal belum ada apa-apa, tiba-tiba jadi besar. Media itu kadang membuat sesuatu yang belum dijelaskan dengan rinci," kata Anies di Balai Kota, Jakarta, Jumat (26/1).


Anies menambahkan, awak media seringkali bersemangat untuk menggali informasi ketika berhadapan dengannya. Namun, dia berpesan agar media tidak mudah untuk mengeluarkan sebuah isu seperti masalah becak.

Wacana menghidupkan becak itu terlontar ketika Anies mengakui bahwa terdapat poin perlindungan dan penataan becak pada kontrak politiknya saat kampanye Pilkada DKI 2017. Menurut Anies, becak masih menjadi angkutan sehari-hari di tempat-tempat tersebut lantaran sebagian warga masih membutuhkannya.

Namun, rencana Anies itu menuai kritik dari sejumlah masyarakat. Peneliti Institut Studi Transportasi (Instran) Deddy Herlambang berpendapat rencana kebijakan pengelolaan transportasi di DKI Jakarta itu justru mengalami kemunduran. Rencana kebijakan itu tak memberikan solusi atas permasalahan transportasi di Jakarta selama ini.

"Saya selalu bilang, hampir semua kebijakan itu kami tata dulu. Tapi, ini sudah ada satu media yang mulai dari beberapa minggu lalu, terlalu awal dimunculkan, belum disiapkan efeknya. Malah seperti sekarang (polemik becak)," kata Anies.

Meski mengkritik pemberitaan media, Anies mengaku selama menjabat sebagai Gubernur DKI hubungannya dengan awak media sangat baik.

"Intensif sekali, pagi, siang, sore, bahkan sampai malam," kata Anies.

Awak media kemudian meminta Anies agar bisa lebih terbuka kepada wartawan. Mereka meminta agar Anies bisa menjelaskan dan menjawab setiap pertanyaan wartawan lebih spesifik.

"Biar tidak jadi blunder pak," ujar salah satu wartawan.

Mendengar masukan wartawan, Anies hanya tertawa.

Dia kemudian meminta agar para wartawan kembali bersabar terkait pertanyaan yang diajukan kepadanya.

"Nanti, nanti, saya mau kejar pesawat ini," katanya.

[Gambas:Video CNN] (ugo/djm)