Puing dan Harapan Korban Kebakaran Krukut

Elise Dwi Ratnasari, CNN Indonesia | Minggu, 28/01/2018 14:01 WIB
Puing dan Harapan Korban Kebakaran Krukut Warga mengungsi di tenda-tenda darurat usai kebakaran di Krukut, Tamansari, Jakarta Barat. (CNN Indonesia/Elise Dwi Ratnasari)
Jakarta, CNN Indonesia -- Bau gosong seketika menyeruak saat memasuki kawasan Jalan Keutamaan Dalam, Kelurahan Krukut, Kecamatan Tamansari, Jakarta Barat. Sedikit demi sedikit tampak puing-puing sisa kebakaran pada Sabtu (27/1) dini hari lalu. Meski telah dinyatakan padam, tapi masih tampak asap sisa kebakaran. 

Di sana sini masih tampak sisa perabot rumah tangga yang terbakar termasuk kipas dan kompor. Warga bersama pasukan oranye bergotong royong mengangkut sisa perabot serta baju-baju yang menghitam. Menurut warga, baju-baju serta sisa perabot akan dibuang karena tak memungkinkan lagi jika mau dipakai. 

Tak jauh dari lokasi kebakaran, sebuah tenda biru berdiri dan dijadikan penampungan pengungsi. Tampak Tirta Mulyati dan Saadah, warga RT 08 sedang melipat baju sumbangan dari warga sekitar. 


"(Saya) dengar (ada) orang teriak kebakaran. Lalu saya membangunkan ibu sama keponakan, ada dua," kata Tirta Mulyati pada CNNIndonesia.com saat ditemui di tenda pengungsian, kawasan Jalan Keutamaan Dalam, Minggu (28/1). 

Perempuan yang akrab disapa Yati ini mengaku sempat membawa surat berharga dan beberapa helai baju. Rumahnya yang tak jauh dari sumber kebakaran membuat rumahnya cepat tersambar api.

Berbeda dengan Yati, Saadah mengaku hanya sempat membawa kompor miliknya. Namun, ia tak sempat menyelamatkan harta bendanya yang lain, termasuk obat-obatan untuk persediaan sebulan.

"Beruntung ada foto copy KIS (Kartu Indonesia Sehat) sama KTP, jadi bisa nebus obat. Saya ini punya sakit jantung, kencing manis," ujar perempuan yang berprofesi sebagai tukang urut ini. 
Warga membereskan sisa-sisa kebakaran di Krukut, Tamansari, Jakarta Barat. (CNN Indonesia/Elise Dwi Ratnasari)
Hingga kini, bantuan telah banyak berdatangan. Menurut Saadah, bantuan tersebut berasal dari Dinas Sosial, Palang Merah Indonesia, sanak keluarga korban serta warga sekitar. Bantuan kebanyakan berupa nasi kotak, baju, selimut, dan matras. 

Akan tetapi, baju harus disortir terlebih dahulu. Pasalnya, tak semua baju sumbangan layak pakai. Baju-baju tampak menggunung di dekat tenda. 

Lokasi tenda pengungsian terbilang tak cukup layak. Tanah kosong ini dulunya merupakan tempat pengepul barang-barang bekas. Yati bercerita, saat hujan air bisa masuk ke tenda. 

"(Saya berharap) rumah diperbaiki, biar kecil juga enggak apa-apa yang penting rumah. Sejelek apapun rumah itu ada," tuturnya seraya menyeka air mata. 

Harapan serupa juga diungkapkan Saadah. Ia memiliki saudara yang menawarkan bekas tempat bermain playstation. Kendati demikian, ia masih mengharap uluran tangan pemerintah.

"Ya syukur-syukur kalau ada bantuan dari pemerintah," katanya. 

Kebakaran terjadi sekitar pukul 01.30 WIB. Menurut Hartoyo, api berhasil dipadamkan sekitar pukul 06.00. Lingkungan yang padat serta jauhnya akses air membuat proses pemadaman berjalan lambat. 

"Untung warga sigap. Air kemarin dari Kali Cideng, perpanjangan Kali Krukut," katanya. 
Warga korban kebakaran Krukut, Tamansari, Jakbar, mengungsi di masjid. (ANTARA FOTO/Aprillio Akbar)

Hingga kini, total jumlah pengungsi ada sebanyak 1.037 jiwa dari 268 kepala keluarga. Total ada 8 rukun tetangga (RT) yang terdampak kebakaran yakni RT 07, 08, 11, 12, 13, 14, 15 dan 16. Pengungsi pun dibagi ke enam titik pengungsian yakni, Masjid Al Huda di Jalan Keutamaan Dalam, tenda darurat di Jalan Keutamaan Dalam, di pinggir Kali Ciliwung, Madrasah Diniyyah Annashiriyyah, Gang Talib III dan Masjid Al Ikhlas Talib II. 

Untuk Madrasah Diniyyah Annashiriyyah dan Masjid Al Ikhlas, hanya jadi lokasi sementara. Madrasah otomatis akan kembali digunakan untuk kegiatan belajar mengajar. Sedangkan masjid hanya memiliki satu lantai dan digunakan untuk ibadah serta kegiatan agama. Nantinya, pengungsi akan dialihkan ke lokasi lain. 

Berbagai bantuan telah berdatangan baik dari Dinas Sosial, Camat, Walikota, Gubernur, Kapolres, Kapolsek, beberapa stasiun televisi, hingga relawan.

Ketua RW 03 Hartoyo mengatakan, umumnya bantuan berupa beras, makanan siap saji, susu, dan makanan balita. Dari sekian banyak bantuan, ia menuturkan warga mengharap adanya bantuan material bangunan. 

"Harapannya, dengan adanya seperti ini, ada sumbangsih (pemerintah) untuk membangun kembali. Rata-rata warga ingin (tinggal) di situ lagi," kata Hartoyo.

(sur)