Kronologi Kebakaran Museum Bahari Versi Penjaga Genset

Bimo Wiwoho, CNN Indonesia | Selasa, 16/01/2018 14:59 WIB
Kebakaran di museum bahari, menurut penjaga genset, berawal dari percikan api dari lampu neon di gedung C. Gedung Museum Bahari di Jalan Pasar Ikan, Penjaringan terbakar, Jakarta, Selasa (16/1). Sebanyak 16 unit mobil pemadam kebakaran diterjunkan dari Jakarta Utara dan Barat untuk menjinakkan kebakaran yang terjadi Selasa (16/1) pagi sekitar pukul 08.55 WIB itu. (ANTARA FOTO/Hadi Abdat)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kebakaran terjadi di Museum Bahari, Jakarta Utara, Selasa pagi (16/1). Api melalap hampir seluruh ruangan Gedung C yang terletak bagian belakang Kompleks Museum Bahari.

Menurut kesaksian penjaga genset Museum Bahari, Cecep (72), kebakaran bermula dari munculnya percikan api lampu neon di salah satu ruangan di gedung C.

Cecep menceritakan, pada pukul 07.00 WIB, dirinya datang ke museum. Kemudian menjalankan tugasnya seperti biasa, yakni menyalakan lampu di sejumlah ruangan di Gedung C.


Cecep juga membuka seluruh jendela yang ditutup pada malam hari sebelumnya.

Cecep lalu beranjak keluar dari Gedung C dan menjaga genset yang tidak jauh dari gedung tersebut. Tak lama kemudian, Cecep melihat asap mengepul dari lantai 1 gedung C.

Dia lantas bergegas ke ruangan tersebut untuk mencari tahu musabab munculnya asap.

"Pas sampai ruangan, saya lihat ada percikan api dari lampu. Jatuh ke bawah. Ke barang-barang bekas," kata Cecep.

Cecep mengatakan, ruangan di lantai 1 Gedung C yang terbakar biasa digunakan untuk menyimpan barang-barang bekas seperti spanduk, kain, kardus dan benda-benda plastik.

Cecep kemudian segera mengambil alat pemadam api ringan (APAR) yang ada di dekat ruangan. Namun, lanjut Cecep, APAR hanya bisa digunakan sebentar.

"Cuma sebentar. Enggak full," kata Cecep.


Cecep lantas berlari keluar ruangan untuk mencari APAR di tempat lain. Cecep baru mendapat APAR setelah beberapa menit, karena letak APAR tersebut cukup jauh dari ruangan yang terbakar. Cecep langsung berlari kembali menuju ruangan sumber api.

Pada saat genting tersebut, Cecep juga meminta bantuan teman-temannya serta pegawai museum untuk membawakan APAR.

Kejadian itu menurut Cecep terjadi sekitar pukul 09.00 WIB. Saat itu, kejadian tersebut juga dilaporkan ke pemadam kebakaran.

Sesampainya di ruangan, Cecep mendapati api sudah membesar. Kebakaran melanda. Ruangan telah penuh dengan asap. APAR yang baru didapat juga tidak sempat digunakan.

"Pas saya balik lagi, sudah gelap. Saya sesak juga," ucap Cecep.

"Lima belas menit api langsung gede," katanya.

Cecep lari ke arah pintu keluar sambil memberi tahu orang-orang bahwa api telah membesar dan Kebakaran sudah tidak bisa dihindarkan.

Berdasarkan penuturan Cecep, Museum telah beroperasi sejak pukul 07.00 WIB. Saat kebakaran mulai menghebat, lanjut Cecep, telah ada pengunjung, yakni sejumlah siswa sekolah dasar.

"Pengunjung ada anak-anak. Saya suruh keluar. Lagi lihat koleksi," kata Cecep.

(ugo/ugo)