Ia mengaku hanya dapat menggunakan APAR tersebut dalam hitungan detik. Akibatnya, dia tidak dapat memadamkan api yang kian membesar.
"APAR-nya enggak ada isinya. Enggak full. Cuma dipakai sebentar habis,” kata Cecep di sekitar Museum Bahari, Jakarta, Selasa (16/1).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Karena APAR di ruang itu tak lagi bisa dipakai, Cecep lalu berlari mencari APAR di tempat lain yang agak jauh dari titik api. Sayangnya, ruangan gedung C keburu penuh dengan asap meski ia sudah mendapatkan APAR yang lain.
"Pas saya balik lagi, udah gelap. Saya sesak juga,” aku dia.
“Bukan pajangan yang kecil-kecil. Perahu beneran. Panjangnya 6-7 meter lah,” Kata Cecep.
Di samping itu, lanjut Cecep, Gedung C juga digunakan untuk menyimpan barang-barang bekas. Seperti spanduk, kardus, dan kain.
Terpisah, petugas Dinas Pemadam Kebakaran Ronald mengatakan, pihaknya mengerahkan 21 unit mobil pemadam kebakaran untuk memadamkan api. Selain itu, ada sekitar 80 personel yang diterjunkan.
Sebelumnya, Museum Bahari, di Jakarta Utara, terbakar pada Selasa (15/1), pukul 08.55 WIB. Museum itu menyimpan artefak sejarah kemaritiman Indonesia, hingga kapal-kapal modern dan koleksi TNI AL. (arh/djm)