“Banyak orang nuduh saya di internet, katanya saya jihad keras, ustaz radikal. Pasti dia nonton pas saya (mengatakan pada video itu) ‘labbaik allahumma labbaik’,” ucap Somad dengan suara keras saat mengisi kuliah duha bersama Wakil Presiden sekaligus Ketua Umum Dewan Masjid Indonesia (DMI) Jusuf Kalla di masjid Sunda Kelapa, Jakarta, Minggu (4/2).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Somad lantas kembali mengucapkan kembali doa tersebut dengan suara yang lebih lembut.
Hal itu, menurutnya, yang membuat masyarakat tak menonton video ceramahnya secara lengkap.
"Yang jadi masalah, dia tidak bisa nonton lama. Paket tidak ada. Betul kata Pak JK, masalah kita ini masalah ekonomi,” katanya.
Dalam acara kuliah duha ini, hadir pula Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) sekaligus Wakil Ketua Majelis Pakar DMI Budi Gunawan dan Wakil Ketua Umum DMI yang juga Wakapolri Komjen Syarifudin.
Sebelumnya diberitakan, Somad sempat ditolak masuk Hongkong pada Desember 2017. Ia saat itu dijadwalkan memberi ceramah setelah mendapat undangan dari TKI di Hong Kong.
Tudingan radikal mengemuka. Somad sebelumnya juga pernah ditolak sekelompok masyarakat saat akan mengisi ceramah di Bali.
(arh/gil)