BNPT Yakin Rembuk Pelaku dan Korban Bisa Kurangi Terorisme
Patricia Diah Ayu Saraswati | CNN Indonesia
Rabu, 07 Feb 2018 18:09 WIB
Jakarta, CNN Indonesia -- Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Suhardi Alius mengatakan, forum silaturahmi narapidana (napi) kasus terorisme dengan keluarga korban teror bertujuan untuk mengurangi aksi terorisme di Indonesia.
"Supaya menebar kebaikan, jangan lagi ada korban-korban semacam ini, dari pelaku tolong ingatkan kepada masyarakat jangan lagi berbuat [seperti] kelompok radikal. Yang menjadi korban kita sendiri," ujar Suhardi, di Hotel Bidakara, Jakarta, Rabu (7/2).
Ia pun menepis soal dugaan keberadaan tujuan khusus penyelenggaraan forum silahturahmi tersebut. Menurutnya, ajang itu murni untuk tujuan penanggulangan terorisme.
"Hanya forum, pertemuan yang baik, kita diskusi," akunya.
Suhardi menjelaskan, dalam forum tersebut para mantan narapidana terorisme bisa melihat korban-korban akibat aksi terornya yang sebenarnya adalah masyarakat Indonesia sendiri.
Sementara, korban sendiri bisa menyampaikan pemikirannya tentang pengalaman terkait efek aksi teror terhadap warga.
Suhardi menyadari bahwa tak semua korban maupun keluarga korban bisa dengan mudah memaafkan para pelaku teror tersebut
Namun, ia menyatakan, forum silaturahmi tersebut merupakan langkah tepat bagi para korban untuk bisa memaafkan para pelaku.
"Apa kita mau cuma memendam dendam? Kan life must go on. Artinya, kita harus kembali [kepada] realitas, kita hadapi," ujar dia, yang merupakan mantan Kabareskrim Polri.
Di sisi lain, kata Suhardi, forum silahturahmi tersebut juga akan melibatkan kementerian dan lembaga terkait. Harapannya, seluruh pihak bisa saling menyampaikan pendapat dalam forum itu.
Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto akan melakukan rekonsiliasi dengan mempertemukan mantan napi terorisme dengan korban aksi terorisme.
Rekonsiliasi tersebut rencananya akan dilakukan pada akhir Februari ini. Dalam forum tersebut, para pelaku juga diharapkan menyampaikan permintaan maaf secara langsung kepada korban.
Selain itu, Menteri Sosial Idrus Marham mewacanakan pemberian santunan kepada keluarga napi terorisme.
(arh/pmg)
"Supaya menebar kebaikan, jangan lagi ada korban-korban semacam ini, dari pelaku tolong ingatkan kepada masyarakat jangan lagi berbuat [seperti] kelompok radikal. Yang menjadi korban kita sendiri," ujar Suhardi, di Hotel Bidakara, Jakarta, Rabu (7/2).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Suhardi menjelaskan, dalam forum tersebut para mantan narapidana terorisme bisa melihat korban-korban akibat aksi terornya yang sebenarnya adalah masyarakat Indonesia sendiri.
Namun, ia menyatakan, forum silaturahmi tersebut merupakan langkah tepat bagi para korban untuk bisa memaafkan para pelaku.
"Apa kita mau cuma memendam dendam? Kan life must go on. Artinya, kita harus kembali [kepada] realitas, kita hadapi," ujar dia, yang merupakan mantan Kabareskrim Polri.
Di sisi lain, kata Suhardi, forum silahturahmi tersebut juga akan melibatkan kementerian dan lembaga terkait. Harapannya, seluruh pihak bisa saling menyampaikan pendapat dalam forum itu.
Rekonsiliasi tersebut rencananya akan dilakukan pada akhir Februari ini. Dalam forum tersebut, para pelaku juga diharapkan menyampaikan permintaan maaf secara langsung kepada korban.
Selain itu, Menteri Sosial Idrus Marham mewacanakan pemberian santunan kepada keluarga napi terorisme.
(arh/pmg)