"Supaya menebar kebaikan, jangan lagi ada korban-korban semacam ini, dari pelaku tolong ingatkan kepada masyarakat jangan lagi berbuat [seperti] kelompok radikal. Yang menjadi korban kita sendiri," ujar Suhardi, di Hotel Bidakara, Jakarta, Rabu (7/2).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Suhardi menjelaskan, dalam forum tersebut para mantan narapidana terorisme bisa melihat korban-korban akibat aksi terornya yang sebenarnya adalah masyarakat Indonesia sendiri.
Namun, ia menyatakan, forum silaturahmi tersebut merupakan langkah tepat bagi para korban untuk bisa memaafkan para pelaku.
"Apa kita mau cuma memendam dendam? Kan life must go on. Artinya, kita harus kembali [kepada] realitas, kita hadapi," ujar dia, yang merupakan mantan Kabareskrim Polri.
Di sisi lain, kata Suhardi, forum silahturahmi tersebut juga akan melibatkan kementerian dan lembaga terkait. Harapannya, seluruh pihak bisa saling menyampaikan pendapat dalam forum itu.
Rekonsiliasi tersebut rencananya akan dilakukan pada akhir Februari ini. Dalam forum tersebut, para pelaku juga diharapkan menyampaikan permintaan maaf secara langsung kepada korban.
Selain itu, Menteri Sosial Idrus Marham mewacanakan pemberian santunan kepada keluarga napi terorisme.
(arh/pmg)