Hindari Kontroversi, Anies Enggan Bahas Normalisasi Sungai

Mesha Mediani, CNN Indonesia | Rabu, 07/02/2018 20:05 WIB
Hindari Kontroversi, Anies Enggan Bahas Normalisasi Sungai Anies Baswedan beralasan, Pemprov DKI masih fokus membenahi warga pengungsi yang rumahnya terdampak banjir akibat limpahan air dari hulu.(CNN Indonesia/Mesha Mediani)
Jakarta, CNN Indonesia -- Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan enggan membahas kelanjutan proyek normalisasi Sungai Ciliwung yang masih terkendala pembebasan lahan.

Anies belum mau menjelaskan kelanjutan program normalisasi dan pemasangan turap di sungai. Dia khawatir akan muncul kontroversi bila menjawab pertanyaan soal normalisasi dan penataan bangunan di bantaran kali.

Anies beralasan, Pemprov DKI masih akan fokus membenahi warga pengungsi yang rumahnya terdampak banjir akibat limpahan air dari hulu.



"Tidak mau (bicara normalisasi). Ramai nanti. Sampai situ dulu. Saya tidak mau berkontroversi dululah hari ini. Kita beresin dulu soal pengungsinya. Kita amankan," ujar Anies di Jakarta, Rabu (7/2).

Anies menyebut normalisasi dengan istilah naturalisasi sungai. Dia setuju bahwa langkah tersebut diperlukan untuk mengurangi banjir di Jakarta.

"Ada soal naturalisasi sungai. Bagaimana sungai itu bisa mengelola air dengan baik. Bagaimana mengamankan tidak melimpah, tapi juga ekosistem sungai dipertahankan," kata Anies.

Saat ini, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Balai Besar Sungai Ciliwung Cisadane (BBWSCC) masih menyelesaikan normalisasi Sungai Ciliwung sepanjang 19,5 km, yakni dari Pintu Air Manggarai hingga ke Jalan TB. Simatupang.

"Sudah selesai 60 persen, sementara 40 persen lagi apabila tanahnya sudah dibebaskan oleh Pemerintah DKI Jakarta, akan kami selesaikan," kata Dirjen Sumber Daya Air Kementerian PUPR Imam Santoso, Selasa (6/2).


Proyek normalisasi sungai akan mengembalikan lebar Kali Ciliwung dan alur sungai menjadi kondisi normal, yaitu 35-50 meter.

Kemudian, proyek itu juga memperkuat dinding sungai, pembangunan tanggul yang dilengkapi dengan jalan inspeksi di sepanjang sisi sungai sekaligus menjadi sempadan sungai dengan lebar 6-8 meter.

Normalisasi dianggap dapat meningkatkan kapasitas tampung alir Sungai Ciliwung dari 200 m3 per detik menjadi 570 m3 per detik.

Pembebasan lahan juga masih menjadi kendala Pemprov DKI dalam penyelesaian pembangunan Sodetan Ciliwung yang akan mengalirkan debit banjir Sungai Ciliwung sebesar 60 m3 per detik ke Kanal Banjir Timur. (pmg)