"Saya sangat bangga terhadap TNI AL, khususnya para prajurit di Pangkalan Angkatan Laut Batam di bawah komando Kolonel (Laut) Iwan Setiawan," kata mantan Panglima TNI itu, dalam keterangan tertulis, Sabtu (10/2).
Kapal Sunrise Glory berbendera Singapura yang dinakhodai Chen Chung Nan ditangkap satuan patroli TNI AL di perairan Selat Philip, provinsi Kepulauan Riau, pada Rabu, sekitar 14.00.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kapal tersebut terbukti tidak memiliki dokumen resmi yang dibutuhkan dalam pelayaran internasional, ketika didekati oleh kapal patroli.
Seorang pejabat penegak hukum mengatakan kapal itu pernah menjadi target operasi enam bulan lalu, dengan identitas Sun De Man. Saat itu kapal menurunkan 1,3 ton narkotik ke Australia setelah sempat berencana mengirimkannya ke Banyuwangi dan Bali.
Berdasarkan informasi yang diperoleh CNNIndonesia.com, kapal itu semula dihampiri karena memasuki perairan Indonesia dengan mengibarkan bendera Singapura. Kemudian, petugas menarik kapal itu ke Dermaga Baru Ampar Batam karena dokumen yang ada di kapal palsu.
Saat itu, tim menemukan barang bukti narkotik berupa sabu sebanyak 41 karung beras dengan berat sekitar satu ton. Barang haram itu ditemukan di atas tumpukan beras dalam palka bahan makanan.
Ilustrasi patroli Angkatan Laut. (ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari) |
Kantor Staf Kepresidenan menyatakan sabu seberat satu ton itu, jika diedarkan, bisa mencapai satu juta bungkus, dengan asumsi satu gram per bungkus.
"Presiden Jokowi sudah menunjukkan ketegasannya dalam masalah narkoba ini. Termasuk pada awal pemerintahannya ketika menghadapi kasus hukuman mati pengedar narkoba asal Australia," kata Moeldoko.
"Beliau juga mengingatkan, setiap harinya kurang lebih 50 anak bangsa mati sia-sia akibat mengonsumsi narkoba."
(aal)
Ilustrasi patroli Angkatan Laut. (ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari)