Panglima TNI: Indonesia Jadi Pasar Peredaran Narkoba

Dias Saraswati, CNN Indonesia | Minggu, 11/02/2018 23:39 WIB
Panglima TNI: Indonesia Jadi Pasar Peredaran Narkoba Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, Kepala BNN Komjen Budi Waseso, dan Ketua DPR Bambang Soesatyo saat meninjau langsung narkoba jenis sabu seberat total satu ton yang berhasil digagalkan oleh TNI AL di Pangkalan TNI AL Batam, Minggu (11/2). (CNN Indonesia/Patricia Diah Ayu Saraswati)
Batam, CNN Indonesia -- Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto menyebut Indonesia masih menjadi pasar bagi peredaran narkoba. Sehingga hal tersebut harus diperkecil dengan pencegahan dan penegakan hukum.

Hadi menyatakan hal tersebut menanggapi keberhasilan TNI AL dalam menangkap Kapal Sunrise Glory dan menggagalkan penyelundupan narkoba jenis sabu seberat satu ton ke Indonesia.

"Indonesia telah dijadikan pasar bagi pengedar narkoba, yang didukung oleh produsen dan pengedar lintas negara," kata Hadi di Pangkalan TNI AL Batam, Kepulauan Riau, Minggu (11/2).



Hadi mengatakan wilayah Indonesia yang sebagian besar merupakan perairan menjadi sangat rawan terhadap tindakan penyelundupan narkoba tersebut.

Lebih lanjut, kata Hadi, narkoba merupakan kejahatan yang mengancam generasi muda Indonesia sehingga harus ditindak secara tegas.

Di satu sisi, Hadi Tjahjanto mengapresiasi sinergitas antara TNI, Polri, Badan Narkotika Nasional (BNN), dan Bea Cukai dalam upaya penggagalan penyelundupan satu ton sabu di Batam.

"Sinergitas antara TNI Angkatan Laut, BNN, Polri, dan cukai termasuk unsur-unsur lainnya ini harus dapatkan apresiasi," kata mantan Kepala Staf TNI AU tersebut.

Hadi mengungkapkan rencana untuk menangkap Kapal Sunrise Glory yang digunakan untuk menyelundupkan sabu tersebut telah dilakukan sejak akhir Desember tahun lalu.

Menurut Hadi dengan penggagalan penyelundupan sabu tersebut menjadi prestasi tersendiri sebab secara tidak langsung telah menyelematkan generasi muda dari bahaya narkoba.

Ke depannya, kata Hadi, dirinya berharap sinergitas seluruh pihak bisa semakin meningkat sinergitasnya untuk mencegah masuknya narkoba ke Indonesia, khususnya TNI AL.

Sementara itu, Kepala BNN Komjen Budi Waseso menyampaikan ucapan terima kasih dan apresiasi kepada TNI AL atas peran sertanya dalam menggagalkan penyelundupan narkoba tersebut.

Apalagi, menurut Buwas, TNI AL sudah dua kali berhasil menggagalkan penyelundupan narkoba di Kepulauan Riau.

"Tentunya sinergitas ini akan terus kita bangun seperti apa yang disampaikan pak panglima," ucapnya.

Ke depan, kata Buwas sinergitas ini akan terus ditingkatkan guna meminimalisir peluang masuknya narkoba ke Indonesia.

"Jaringannya harus kita musnahkan dan berantas ya," kata Buwas.


Ketua DPR, Bambang Soesatyo yang turut hadir dalam kesempatan itu, berharap sinergitas antara TNI, Polri, BNN dan Bea Cukai agar bisa ditingkatkan.

Dari pihak DPR, kata Bambang, meminta agar ada tindakan tegas yang diberikan kepada pelaku penyelendupan narkoba tersebut.

"Kira-kira langkah DPR menyarankan tenggelamkan kapal ini dan hukum mati pelakunya," ujarnya.

Kapal Sunrise Glory berbendera Singapura yang dinakhodai Chen Chung Nan ditangkap satuan patroli TNI AL di perairan Selat Philip, provinsi Kepulauan Riau, pada Rabu, sekitar 14.00.

Penangkapan tersebut dikarenakan kapal memasuki perairan Indonesia dengan mengibarkan bendera Singapura dan memiliki dokumen palsu.

Saat kapal tiba di Dermaga Lanal Batam, tim gabungan TNI, Badan Narkotika Nasional dan Bea Cukai pun melakukan pengecekan dan menemukan narkotika jenis sabu sebanyak 41 karung beras dengan berat sekitar satu ton. (kid/kid)