Momok Rem Blong di Tanjakan Emen Subang

CNN Indonesia, CNN Indonesia | Senin, 12/02/2018 07:02 WIB
Sejumlah kecelakaan maut pernah terjadi di Tanjakan Emen. Terakhir 27 orang tewas saat sebuah bus terguling. Rem blong ditengarai kerap jadi penyebab. Rem blong kerap jadi penyebab kecelakaan lalu lintas di Tanjakan Emen, Subang, Jawa Barat. (Detikcom/Muklis Dinilah)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pengemudi kendaraan yang melintas di Tanjakan Emen, Subang, Jawa Barat diminta untuk memperhatikan pengereman kendaraan. Sejumlah kecelakaan yang terjadi di lokasi tersebut diduga karena terjadi rem blong.

Kejadian terakhir adalah kecelakaan bus pariwisata yang mengakibatkan 27 orang tewas, Sabtu (10/2) kemarin.

Kepala Subdirektorat Kecelakaan Korps Lalu Lintas Polri Komisaris Besar Djoko Rudi mengatakan, mayoritas kecelakaan yang terjadi di Tanjakan Emen terjadi ketika kendaraan sedang turun.

Saat itulah rem kendaraan tak berfungsi sehingga pengemudi kehilangan kendali.


"Di situ apabila turunan dari arah Subang, kebanyakan supir apalagi supir yang baru, jika di rem terus akan panas dan akhirnya blong," kata Djoko kepada CNNIndonesia.com, Minggu (11/2).
Momok Rem Blong di Tanjakan Emen SubangKorban tewas kecelakaan bus di Tanjakan Emen, Subang dimakamkan secara massal. (CNN Indonesia/Ramadhan Rizki Saputra)

Mantan Direktur Lalu Lintas Polda Jawa Barat ini belum mau berspekulasi soal penyebab kecelakaan bus kemarin karena petugas masih menyelidiki.

Namun berdasarkan pengalamannya selama ini, kendaraan yang mengalami kecelakaan di Tanjakan Emen adalah yang tengah menuruni jalur.

Karena itu Djoko menilai perlau ada rekayasa jalur di wilayah tersebut untuk mencegah terjadinya kembali kecelakaan.
Tanjakan Emen menghubungkan Kabupaten Subang dan Bandung memiliki pemandangan indah mulai dari Jalan Cagak Subang hingga tugu perbatasan Subang-Bandung.

Namun di balik keindahan lokasi Tanjakan Emen, maut mengintai bagi mereka yang tidak berhati-hati dalam berkendara. Karena seringnya kecelakaan yang terjadi, mitos tercipta di kalangan masyarakat sekitar.

Djoko meminta masyarakat berpikir rasional. Sebab, setiap pengendara sebaiknya mematuhi aturan yang berlaku supaya diberikan keselamatan dalam perjalanan. (hyg/sur)