Kejadian terakhir adalah kecelakaan bus pariwisata yang mengakibatkan 27 orang tewas, Sabtu (10/2) kemarin.
Kepala Subdirektorat Kecelakaan Korps Lalu Lintas Polri Komisaris Besar Djoko Rudi mengatakan, mayoritas kecelakaan yang terjadi di Tanjakan Emen terjadi ketika kendaraan sedang turun.
Saat itulah rem kendaraan tak berfungsi sehingga pengemudi kehilangan kendali.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Korban tewas kecelakaan bus di Tanjakan Emen, Subang dimakamkan secara massal. (CNN Indonesia/Ramadhan Rizki Saputra) |
Mantan Direktur Lalu Lintas Polda Jawa Barat ini belum mau berspekulasi soal penyebab kecelakaan bus kemarin karena petugas masih menyelidiki.
Namun berdasarkan pengalamannya selama ini, kendaraan yang mengalami kecelakaan di Tanjakan Emen adalah yang tengah menuruni jalur.
Namun di balik keindahan lokasi Tanjakan Emen, maut mengintai bagi mereka yang tidak berhati-hati dalam berkendara. Karena seringnya kecelakaan yang terjadi, mitos tercipta di kalangan masyarakat sekitar.
Djoko meminta masyarakat berpikir rasional. Sebab, setiap pengendara sebaiknya mematuhi aturan yang berlaku supaya diberikan keselamatan dalam perjalanan. (hyg/sur)
Korban tewas kecelakaan bus di Tanjakan Emen, Subang dimakamkan secara massal. (CNN Indonesia/Ramadhan Rizki Saputra)