Aksi digelar di halaman Gereja St.Theresia Bongsari, pada Minggu (11/2) malam, ini diikuti oleh sekitar 50 orang dari sejumlah pemuda dan organisasi lintas agama yang tergabung dalam Persaudaraan Lintas Iman (Pelita).
"Kita di sini tidak hanya mengutuk, tapi meminta Polri mengusut tuntas tentang kasus tersebut. Kalau memang pelaku seorang diri, terus apa motifnya, dan ada apa dengan dia? Ini sudah merusak dan merampas hak-hak warga dalam beribadah", ujar Ketua Persaudaraan Lintas Iman (Pelita) Setyawan Budi, di lokasi renungan malam.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tokoh lintas Agama melakukan doa bersama dan penyalaan lilin sebagai simbol ketenangan dan tidak terprovokasi dalam menyikapi insiden Gereja Lidwina.
"Peristiwa-peristiwa kekerasan itu menyiratkan ada kebencian atas dasar sentimen keagamaan. Sesuatu yang harus dihentikan, dikutuk, dan dijauhi," kata Ketua PBNU Robikin Emhas, seperti dikutip dari Antara.
"Dalam momentum tahun politik 2018 dan 2019, mari kita buktikan Indonesia mampu melakukan sirkulasi kekuasaan dengan cara-cara beradab," ujar dia.
(arh/gil)