Demi Asian Games, Sandi akan Relokasi Sate Taichan Senayan

Tiara Sutari, CNN Indonesia | Selasa, 13/02/2018 08:40 WIB
Demi Asian Games, Sandi akan Relokasi Sate Taichan Senayan Wagub DKI Sandiaga Uno akan merelokasi para penjual Sate Taichan dan PKL lainnya dari trotoar Senayan jelang Asian Games 2018. (Foto: CNN Indonesia/Tiara Sutari)
Jakarta, CNN Indonesia -- Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno mengaku akan segera merelokasi para Pedagang Kaki Lima (PKL) di trotoar kawasan Senayan demi menyambut Asian Games. Termasuk, para penjual Sate Taichan.

Selain ingin trotoarnya steril, Sandi juga menganggap asap dari pembakaran Sate Taichan mengganggu.

"Ini kalau malam minggu nih (pedagang) Sate Taichan paling banyak, asapnya luar biasa. Nanti kami akan pindahkan," ujar dia, saat berkunjung di kawasan stadion Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta, Senin (12/2) malam.

Dari pantauan CNNIndonesia.com, Sandi tiba di sekitar GBK tepat pukul 18.30. Dia memasuki kawasan GBK dari pintu masuk barat, dengan berjalan kaki menuju lapangan basket.

Dalam kunjungannya, ia memantau kondisi sejumlah titik trotoar di sekitar stadion GBK. Sandi ddiampingi oleh Ketua Indonesian Asian Games Organizing Committe (Inasgoc) Erick Thohir, Dirut PT TransJakarta Budi Kaliwono, dan sejumlah tamu lainnya.

Sandi menambahkan, pihaknya tetap akan mencarikan tempat baru bagi pedagang Sate Taichan dan PKL lain yang berjualan di dalam maupun di luar GBK.

"Nanti dicarikan tempatnya, ini trotoar harus steril," kata dia.

Sebab, kata Sandi, kawasan di sekitar Senayan ini merupakan kawasan ring satu yang akan dilihat dan dilewati langsung oleh atlet maupun tamu-tamu dan penonton dari mancanegara.

"Ini kan ring satu Asian Games. Kami ingin (Senayan) steril," ucapnya.

Warga dan para tamu undangan yang akan menonton Asian Games mestinya membiasakan diri berjalan kaki. Terlebih, trotoar yang saat ini sedang dibangun pun disiapkan demi kenyamanan pejalan kaki.

Selain itu, Sandi juga menyebut bahwa tak semua kendaraan bisa masuk ke dalam GBK saat pesta olahraga internasional itu di gelar.

"Untuk penonton ya harus biasakan jalan kaki, kan trotoarnya bagus," aku dia.

(arh)