Fahri Hamzah Endus Gerakan Elite PKS Ingin Jadi Wakil Jokowi

Abi Sarwanto, CNN Indonesia | Kamis, 15/02/2018 20:21 WIB
Fahri Hamzah Endus Gerakan Elite PKS Ingin Jadi Wakil Jokowi Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah menyayangkan ada elite di partainya yang berambisi menjadi calon wakil presiden bagi Joko Widodo. (CNN Indonesia/Joko Panji Sasongko)
Jakarta, CNN Indonesia -- Politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Fahri Hamzah mendapat informasi bahwa ada elite di dalam partainya yang ingin menjadi calon wakil presiden dari Joko Widodo di Pilpres 2019.

"Kuping saya di kader kan banyak , teman-teman (PKS) masih lapor lah. Saya dengar ada gerakan ingin jadi wakil pak Jokowi, sedih saya dengarnya itu," kata Fahri di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (15/2).


Fahri adalah kader PKS yang tak diakui partainya. Dia menyebut saat ini elite-elite PKS sedang memuji Jokowi. 


Padahal, di sisi lain PKS telah menetapkan sembilan nama calon presiden untuk 2019. 

Anis Matta merupakan satu dari sembilan nama yang terpilih menjadi bakal calon presiden dan atau bakal calon wakil presiden dari PKS.

Delapan nama lainnya adalah Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan, Wakil Ketua Majelis Syuro PKS Hidayat Nur Wahid, Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno, Presiden PKS Mohamad Sohibul Iman, Ketua Majelis Syuro PKS Salim Segaf Al'Jufrie, Mantan Presiden PKS Tifatul Sembiring, Ketua DPP PKS Al Muzammil Yusuf, dan Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera.


Fahri secara terbuka menyatakan mendukung Anis Matta.

Dia  juga mengaku mendapat kabar bahwa seluruh kader PKS se-Indonesia menginginkan Anis Matta sebagai capres. Namun Fahri tidak mempersoalkan jika pada akhirnya Anis hanya bisa menjadi calon wakil presiden. 

"Yang penting kita calonkan dulu jadi capres‎ biar keluar pikiran-pikirannya," ujarnya.

Fahri tak khawatir soal syarat ambang batas presiden sebesar 20 persen. Menurutnya, PKS bisa menggandeng Gerindra, Golkar maupun PDIP.

"Maksudnya jadi capres dulu lah biar gagah. Jangan bersolek-solek ingin jadi wakil, kaya orang nyari suami atau istri. Salah tingkah," kata dia. (wis/asa)