Dia juga menyebutkan ekonomi bagi sebagian masyarakat kelas bawah juga kian terpuruk.
Sandi menyampaikan hal tersebut terkait kehadiran warga penyandang masalah kesejahteraan sosial yang menunggu diberi angpau saat perayaan Imlek di Wihara Dharma Bakti, kawasan petak sembilan, Jakarta, Jumat (16/2).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berdasarkan keterangan salah satu petugas keamanan, jumlah warga yang menunggu diberi angpau di wihara itu mencapai 700- 800 orang.
"Yang ada di bawah semakin terpuruk," kata Sandi.
Sandi mengatakan ketimpangan ekonomi tersebut mesti dihilangkan. Pemprov DKI Jakarta yang berkewajiban untuk melakukan hal tersebut.
Sandi menyampaikan bahwa Pemprov DKI Jakarta bakal menerbitkan kebijakan untuk meminimalisir jurang antara kalangan atas yang telah mapan dan kelompok yang masih terbelenggu kemiskinan.
Menurutnya, itu tugas Pemprov DKI Jakarta yang harus diemban.
Lihat juga:6 Makanan Unik yang Wajib Ada Saat Imlek |
"Ini tugas kita di pemprov DKI untuk menghadirkan kebijakan yang akan membangun jembatan kesejahteraan agar mereka yang di bawah ini bisa naik kelas," katanya.
Kebijakan yang akan dikeluarkan, lanjut Sandi, tentu ditujukan untuk mereka yang masih kesulitan dari segi ekonomi.
Program OK OCE
Salah satunya, Sandi akan mengoptimalkan program one kecamatan one center. enterprenership (OK OCE). Dia menganggap program tersebut dapat memupuk semangat warga untuk meningkatkan taraf ekonominya.
Dia mengklaim telah ada 7 ribu anggota OK OCE yang telah mendaftar dan tengah menjalani pelatihan. Kemudian, telah ada 300 anggota yang masuk dalam laporan keuangan. (asa)