Sandiaga Akui Ekonomi Kelas Bawah di Jakarta Makin Terpuruk

Bimo Wiwoho, CNN Indonesia | Jumat, 16/02/2018 13:33 WIB
Sandiaga Akui Ekonomi Kelas Bawah di Jakarta Makin Terpuruk Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Uno menyebut ketimpangan ekonomi di masyarakat merupakan masalah terbesar di Jakarta. (CNN Indonesia/Tiara Sutari)
Jakarta, CNN Indonesia -- Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Uno menyebut ketimpangan ekonomi di masyarakat merupakan masalah terbesar di Jakarta. 

Dia juga menyebutkan ekonomi bagi sebagian masyarakat kelas bawah juga kian terpuruk.

Sandi menyampaikan hal tersebut terkait kehadiran warga penyandang masalah kesejahteraan sosial yang menunggu diberi angpau saat perayaan Imlek di Wihara Dharma Bakti, kawasan petak sembilan, Jakarta, Jumat (16/2).


"Itu sangat tepat bahwa jelas ketimpangan jadi PR yang terbesar di Jakarta," ucap Sandi.


Berdasarkan keterangan salah satu petugas keamanan, jumlah warga yang menunggu diberi angpau di wihara itu mencapai 700- 800 orang.

Sandi melanjutkan, pertumbuhan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan warga Jakarta memang tampak jelas di permukaan yakni peningkatan ekonomi bagi sebagian warga. Meski demikian, ada kelompok yang luput tersorot dari tumbuhnya perekonomian di Jakarta.

"Yang ada di bawah semakin terpuruk," kata Sandi.

Sandi mengatakan ketimpangan ekonomi tersebut mesti dihilangkan. Pemprov DKI Jakarta yang berkewajiban untuk melakukan hal tersebut.

Sandi menyampaikan bahwa Pemprov DKI Jakarta bakal menerbitkan kebijakan untuk meminimalisir jurang antara kalangan atas yang telah mapan dan kelompok yang masih terbelenggu kemiskinan.

Menurutnya, itu tugas Pemprov DKI Jakarta yang harus diemban.


"Ini tugas kita di pemprov DKI untuk menghadirkan kebijakan yang akan membangun jembatan kesejahteraan agar mereka yang di bawah ini bisa naik kelas," katanya.

Kebijakan yang akan dikeluarkan, lanjut Sandi, tentu ditujukan untuk mereka yang masih kesulitan dari segi ekonomi.

Program OK OCE

Salah satunya, Sandi akan mengoptimalkan program one kecamatan one center. enterprenership (OK OCE). Dia menganggap program tersebut dapat memupuk semangat warga untuk meningkatkan taraf ekonominya.

Dia mengklaim telah ada 7 ribu anggota OK OCE yang telah mendaftar dan tengah menjalani pelatihan. Kemudian, telah ada 300 anggota yang masuk dalam laporan keuangan. (asa)