Alumni 212 Lawan Polisi Jika Rizieq Shihab Ditangkap

Priska Sari Pratiwi, CNN Indonesia | Selasa, 20/02/2018 16:55 WIB
Alumni 212 Lawan Polisi Jika Rizieq Shihab Ditangkap Persaudaraan Alumni 212 menyatakan akan melawan polisi jika mengambil paksa Rizieq Shihab saat tiba di Indonesia. (CNN Indonesia/Safir Makki).
Jakarta, CNN Indonesia -- Ketua Persaudaraan Alumni 212 Slamet Maarif memastikan akan melawan kepolisian jika berani menangkap Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab yang dijadwalkan pulang Rabu (21/2) pagi. Rizieq saat ini berstatus tersangka kasus dugaan konten pronografi.

"Kalau kepolisian ambil paksa, kami juga akan ambil paksa imam kami," kata Slamet di Gedung Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII) Jakarta, Selasa (20/2).

Rizieq menetap di Arab Saudi sejak Mei 2017 beberapa waktu setelah polisi menetapkannya sebagai tersangka terkait dengan kasus dugaan konten pornografi dalam percakapan dengan Firza Husein di aplikasi pesan singkat.


Slamet juga memastikan Rizieq tetap pulang ke Indonesia pada 21 Februari besok. Pihaknya kini tengah mempersiapkan kegiatan tablig akbar dan istigasah untuk menyambut Rizieq di masjid Jami Baitul Amal Cengkareng, Jakarta Barat malam ini.

Slamet memastikan hal itu karena sampai saat ini dirinya belum mendapat kabar Rizieq batal pulang ke Indonesia.

"Sampai sekarang belum ada whatsapp atau telepon dari Habib Rizieq batal pulang. Maka kami tetap melaksanakan penyambutan beliau sampai ada kabar terakhir," ujar Slamet.

Penasihat pelaksana panitia penyambutan itu menyatakan selama ini hanya berkomunikasi dengan Rizieq. Ia tak peduli dengan beragam komentar yang menyebut Rizieq batal pulang ke Indonesia.

"Saya tidak akan dengarkan dari siapapun. Saya cuma komunikasi dengan beliau (Rizieq). Belum ada kalimat satu pun bahwa beliau batal pulang," katanya

Menurut Slamet, saat ini massa dari Madura, Banten, Lampung, Kalimantan, dan sejumlah daerah mulai berdatangan ke masjid Jami Baitul Amal. Mereka akan menyambut kedatangan Rizieq dengan mengikuti kegiatan tabligh akbar.

"Sejak semalam kawan-kawan daerah sudah mulai bergerak. Kalau sesuai jadwal, Habib Rizieq akan tiba pukul sembilan pagi," tuturnya.

Di satu sisi ia tak mempermasalahkan jika nantinya Rizieq batal pulang. Namun Slamet mengancam pemerintah agar tidak menghalangi kepulangan Rizieq karena pihaknya tak akan bubar sampai ada kabar terbaru dari Arab Saudi bahwa Rizieq batal pulang.

"Kami komitmen tidak akan bubar sampai ada info dari beliau. Jadi jangan coba-coba pemerintah menghalangi kepulangan beliau," ucap Slamet.

Tak Izin ke Polisi

Sekretaris Umum Persaudaraan Alumni 212 Bernard Abdul Jabbar menambahkan pihaknya sengaja tak meminta izin pada kepolisian terkait penyambutan Rizieq pulang ke Indonesia.

"Memang kami tidak izin karena menyambut guru kami datang. Tidak perlu izin, nyambut ya nyambut aja. Tidak ada orasi-orasi di sana," ujar Abdul.

Ia mengibaratkan penyambutan ini seperti menyambut kedatangan orang umrah atau haji yang tak membutuhkan izin dari kepolisian.

Dari informasi yang diterima panitia penyambutan, lanjut Abdul, sejumlah personel kepolisian saat ini telah berjaga di sekitar masjid Jami Baitul Amal Cengkareng.

"Tadi aparat keamanan tanya ke saya berapa yang diturunkan (massa). Artinya mereka juga mempersiapkan keamanan, ya sudah," katanya.

Kepolisian sebelumnya memantau ketat media sosial untuk menggali informasi dan mengantisipasi kepulangan Rizieq. Polisi tak bisa memastikan kepulangan orang nomor satu di FPI itu. (osc)