Fahri Hamzah Tantang Jokowi Setop Manuver Nazaruddin dan KPK

Abi Sarwanto, CNN Indonesia | Selasa, 20/02/2018 17:13 WIB
Fahri Hamzah Tantang Jokowi Setop Manuver Nazaruddin dan KPK Fahri Hamzah meyakini Presiden Joko Widodo bakal terseret dalam pusaran jika tak menghentikan persekongkolan Nazaruddin dan KPK. (ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari)
Jakarta, CNN Indonesia -- Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah menantang Presiden Joko Widodo menghentikan skandal persekongkolan yang tengah dimainkan mantan Bendahara Umum Partai Demokrat Muhammad Nazaruddin dan Komisi Pemberantasan Korupsi.

Menurutnya, Jokowi seharusnya sadar persekongkolan ini menimbulkan ancaman berupa ketidakpastian perekonomian dan penegakan hukum. Bahkan, Jokowi pun dianggap bisa ikut terseret.

"Pak Jokowi berani tidak menghentikan skandal ini? Kalau tidak, saya yakin Pak Jokowi juga kena. Saya yakin Pak Jokowi kena," kata Fahri di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (20/2).



Menurut Fahri, sikap Jokowi yang tidak berani menghentikan persekongkolan sama artinya bersekutu dengan kezaliman. Hukum universal dan alam semesta, kata Fahri, sudah mengaturnya.

"Siapa yang bersekutu dengan kezaliman atau membiarkan kezaliman, dia yang kena. Yang melawan, Insya Allah dia selamat," ujarnya.

Fahri mengklaim sudah mengingatkan Jokowi sejak rapat perdana konsultasi antara pimpinan dewan dengan Presiden tentang tugas dan fungsi KPK dalam memberantas korupsi.

Dengan pemberantasan yang disebut hanya mengandalkan mulut Nazaruddin dan serangkaian operasi tangkap tangan (OTT), Fahri menilai KPK telah membahayakan perekonomian dan penegakan hukum.

"Setiap hari kita saling fitnah. Nah kalau Pak Jokowi sadar, sudah lah tutup KPK ini dulu," ujarnya.


Menurutnya, KPK dapat mencontoh lembaga pemberantasan korupsi di Korea Selatan dengan menggabungkan unsur Ombudsman, Komnas HAM dan Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban.

"Kalau begini nggak ada dia. Dia cuma mulut Nazar kok. Mulut Nazar doang dan OTT kok. Orang diincar," katanya.

Fahri menganggap KPK sebagai lembaga yang merasa paling suci dan hebat. Sebagai lembaga yang punya kewenangan besar, kata dia, KPK justru sulit untuk diawasi.



(gil)