Diketahui, potensi Jokowi menjadi capres semakin sulit disanggah, karena PDIP baru saja mengumumkan pengusungan Jokowi sebagai capres dalam Rapat Kerja Nasional. Terlebih, ada 7 partai politik selain PDIP yang telah mengusung Jokowi kembali menjadi capres pada 2019.
Padahal selama ini PA 212 dan FPI kerap mengkritik Jokowi selama menjadi presiden. Mereka menganggap Jokowi tidak pro terhadap kelompok Islam karena kerap mengkriminalisasi ulama. Misalnya, ketika kepolisian menangkap sejumlah aktivis Islam atas tuduhan makar. Mengenai hal itu, Slamet enggan berkomentar.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu, Jokowi juga tidak kunjung mengabulkan permintaan FPI untuk menyetop kasus yang menjerat Imam Besar FPI Rizieq Shihab. Jokowi pun dianggap tidak ramah terhadap kelompok Islam karena membubarkan ormas Hizbut Tahrir Indonesia.
"No comment," ucap Slamet saat ditanyai.
Sebelumnya, PDIP baru saja resmi mengusung Jokowi menjadi capres pada 2019 mendatang. Keputusan tersebut merupakan salah satu hasil dari Rapat Kerja Nasional PDIP ke-III yang dihelat di Bali, Jumat (23/2).
"Dengan ini saya nyatakan calon presiden dari PDI Perjuangan, Insinyur Joko Widodo," ujar Megawati saat mendeklarasikan pilihannya di gelaran Rakernas PDIP, di Grand Inna Beach Hotel, Sanur, Bali, Jumat (23/2).
Sebelum PDIP, ada 7 partai politik yang telah mengusung Jokowi untuk maju kembali pada Pilpres 2019 mendatang. Mereka adalah Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI), Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Golkar, Hanura, Nasional Demokrat, dan Perindo. (eks)