PDIP Prioritaskan Bertemu PAN Bahas Pilpres 2019

RZR, CNN Indonesia | Sabtu, 24/02/2018 20:35 WIB
PDIP Prioritaskan Bertemu PAN Bahas Pilpres 2019 PDIP umumkan usung Jokowi sebagai bakal Capres 2019. (Screenshot via Twitter/@PDI_Perjuangan).
Jakarta, CNN Indonesia -- PDI Perjuangan bergerak cepat membuka komunikasi dengan beberapa partai politik terkait Pilpres 2019. Langkah itu ditempuh salah satunya untuk membahas bakal calon wakil presiden pendamping Joko Widodo.

Selain berencana menemui Partai Demokrat, Sekretaris Jendral PDIP Hasto Kristianto mengatakan, partainya juga akan bertemu dengan Partai Amanat Nasional (PAN).

Hal itu tak lepas dari permintaan Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan yang minta diprioritaskan untuk bertemu dengan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri saat pengambilan nomor urut parpol peserta pemilu di KPU, Minggu (18/2) lalu.


"Banyak yang mengajukan pertemuan kepada ibu Megawati seperti Pak Zulkifli Hasan dalam pengambilan nomor urut, Pak Zul juga minta untuk dapat diprioritaskan bisa bertemu," kata Hasto di Prime Plaza Hotel, Sanur, Bali, Sabtu (24/2).
Hasto mengatakan kapasitas Zulkifli sebagai Ketua MPR RI akan mendapatkan prioritas utama untuk bertemu Megawati.

"Setelah ini segala prioritas adalah ibu bertemu dengan pak Zulkifli Hasan itu. Karena kapasitas pak Zul sebagai Ketua MPR tentu mendapat preferensi," kata dia.

Hasto masih enggan menyebutkan bahwa rencana pertemuan itu akan membahas soal bakal cawapres Jokowi. Meski begitu, Hasto tak membantah bahwa pertemuan itu akan membahas sikap PAN terhadap pencalonan Jokowi sebagai bakal capres dari PDIP.

"Kemudian PAN akan memberikan pandangan ke depan setelah PDIP mengusung Jokowi itu termasuk hal yang akan didialogkan," kata Hasto.
Diketahui, Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan dikabarkan telah bertemu dengan Presiden Joko Widodo secara diam-diam kemarin. Dalam pertemuan itu, Pilpres 2019 disebut menjadi salah satu topik pembahasan.

"Tentu namanya Ketum partai kan bertemu presiden ya ngomong juga soal Pilpres Pemilu. Nah yang paling penting tahun politik harus aman, kira-kira gitu," kata Zulkifli di Gedung DPR, Jakarta. (osc/osc)