PDIP Usung Jokowi di Pilpres, NasDem: Ini Kerja Sama Berulang

Rebeca Joy Limardjo, CNN Indonesia | Sabtu, 24/02/2018 23:00 WIB
PDIP Usung Jokowi di Pilpres, NasDem: Ini Kerja Sama Berulang Presiden Joko Widodo dan Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh (kiri) saat Rakernas IV Partai Nasdem. (Foto: CNN Indonesia/Christie Stefanie)
Jakarta, CNN Indonesia -- Sekjen partai Nasional Demokrat (NasDem) Johnny G. Plate memandang pengusungan Jokowi sebagai calon presiden oleh Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) akan menjadi bentuk kerja sama yang berulang antara Nasdem dan PDIP.

"Dulu PDIP dan NasDem sebagai pengusung Presiden Joko Widodo di Pilpres 2014. Sekarang kerja sama itu berulang, tentu dengan alasan yang sama," ujar Johnny saat ditemui di kantor PARA Syndicate, Jakarta, Jumat (23/2).

Alasan yang dimaksud Johnny adalah keinginan agar kebijakan-kebijakan dalam masa pemerintahan Presiden Jokowi tetap bisa berlanjut, dan didukung juga oleh tingkat kepuasan publik yang tinggi. Johnny menyatakan bahwa partai NasDem optimistis Jokowi akan menang dalam kontestasi Pilpres 2019 dengan formasi koalisi seperti sekarang.

"Dengan PDIP menyatakan kembali dukungannya, maka sekarang formasi koalisinya menjadi kuat, lebih dari 52 persen," paparnya.

Jokowi sendiri saat ini sudah mendapat dukungan resmi dari delapan partai untuk menjadi Capres dalam Pilpres tahun 2019.

Terkait dengan rekomendasi calon wakil presiden pendamping Jokowi, Johnny mengaku bahwa kader terbaik partai NasDem adalah ketua umun partai, yakni Surya Paloh. Namun, ia diduga tak berniat mengambil kedudukan sebagai pejabat publik.


"Calon presiden tidak, wapres tidak, menteri koordinator tidak, menteri tidak, penasihat presiden tidak. Dia (Surya Paloh) mau tetap pada tugasnya sebagai pimpinan partai," kata Johnny.

Diketahui, Presiden Joko Widodo kembali didukung untuk maju sebagai bakal calon presiden 2019-2024 di Rakernas III PDI Perjuangan, Sanur, Bali.

Pengusungan itu dilakukan setelah Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri menggunakan hak prerogatifnya dalam menetapkan Jokowi sebagai bakal capres.
(ded/ded)