"Dulu PDIP dan NasDem sebagai pengusung Presiden Joko Widodo di Pilpres 2014. Sekarang kerja sama itu berulang, tentu dengan alasan yang sama," ujar Johnny saat ditemui di kantor PARA Syndicate, Jakarta, Jumat (23/2).
Alasan yang dimaksud Johnny adalah keinginan agar kebijakan-kebijakan dalam masa pemerintahan Presiden Jokowi tetap bisa berlanjut, dan didukung juga oleh tingkat kepuasan publik yang tinggi. Johnny menyatakan bahwa partai NasDem optimistis Jokowi akan menang dalam kontestasi Pilpres 2019 dengan formasi koalisi seperti sekarang.
"Dengan PDIP menyatakan kembali dukungannya, maka sekarang formasi koalisinya menjadi kuat, lebih dari 52 persen," paparnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Terkait dengan rekomendasi calon wakil presiden pendamping Jokowi, Johnny mengaku bahwa kader terbaik partai NasDem adalah ketua umun partai, yakni Surya Paloh. Namun, ia diduga tak berniat mengambil kedudukan sebagai pejabat publik.
Diketahui, Presiden Joko Widodo kembali didukung untuk maju sebagai bakal calon presiden 2019-2024 di Rakernas III PDI Perjuangan, Sanur, Bali.
Pengusungan itu dilakukan setelah Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri menggunakan hak prerogatifnya dalam menetapkan Jokowi sebagai bakal capres.