Elektabilitas dua tokoh itu berdasarkan hasil survei nasional terhadap 1.200 responden di 120 Kabupaten/Kota yang tersebar 34 provinsi pada 7-16 Februari 2018. Pengambilan data dilakukan dengan metode wawancara tatap muka terhadap 1.200 responden dengan margin of error sekitar 2,89 persen dan tingkat kepercayaan sebesar 95 persen.
"Apabila Pilpres diadakan lagi hari ini (Februari 2018) dan calonnya adalah Jokowi dan Prabowo untuk jadi presiden maka elektabilitas Jokowi 64,3 persen dan Prabowo 25,3 persen," ujar Peneliti Populi Center Hartanto Rosojati di Jakarta, Rabu (28/2).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berdasarkan data survei Populi Center, responden yang menyatakan sangat puas sebesar 6,3 persen. Responden yang menyatakan puas sebanyak 57,1 persen.
Data tersebut didapatkan lewat survei terhadap 1.200 responden pada 7-14 Januari 2018. Jokowi dalam survei tersebut hanya memiliki elektabilitas 48,50 persen meski berstatus petahana. Idealnya, menurut LSI Denny JA, petahana maju dengan elektabilitas lebih dari 50 persen.
"Sebagai petahana, itu suatu angka yang tidak terlalu ideal. Angka pemilih secara umum juga melirik capres lain," ujar Peneliti LSI Adjie Alfaraby. (wis)