Berdasarkan pantauan CNNIndonesia.com, Ba'asyir tiba di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), Jakarta, pada Kamis (1/3) pukul 10.40 WIB, dengan menggunakan mobil Toyota Innova warna hitam.
Tak terlihat pengawalan kendaraan polisi menyertainya. Namun, di lingkungan RSCM ada satu mobil patroli polisi yang terparkir. Tak tampak anggota kepolisian berseragam yang berjaga.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kuasa hukumnya, Achmad Michdan, tak diperbolehkan masuk ke ruang perawatan. Di dalam RS, dia menyebut sudah ada anggota Detasemen Khusus 88/Antiteror Polri yang membawa senjata laras panjang dan perwakilan dari Badan Nasional Penanggulangan Teroris (BNPT) menemani Ba'asyir. Namun, ia tak menyebut jumlahnya.
"Kami tempatkan patroli saja. Tidak ada (pengamanan khusus)," aku dia, saat dihubungi CNNIndonesia.com.
Achmad sebelumnya menyebut bahwa perawatan terhadap Ba'asyir sempat terhambat karena masalah kesiapan pengawalan.
Lihat juga:Abu Bakar Ba'asyir Berobat ke RSCM |
Pengajuan permohonan pengobatan sendiri sudah dilakukan sejak November 2017. Pengobatan pun direncanakan pada 22 Februari 2018. Namun, karena hambatan pengawalan itulah pengobatan Ba'asyir baru terlaksana kini.
"Sudah hampir satu tahun [pengajuannya] baru dikabulin sekarang. Sudah ada beberapa bulan yang lalu rujukan dari Harkit [RS Harapan Kita] ke RSCM," jelas dia.
Ba'asyir terkena penyakit penyempitan pembuluh darah yang mengarah ke kaki. Akibatnya, kini Ba'asyir kesusahan untuk berjalan dan harus menggunakan alat bantu.
"Pembengkakan di kaki sehingga belum normal. Jadi jalan pakai tongkat atau kursi roda," terangnya.
Pada 2011, ia kembali menerima vonis 15 tahun penjara dari Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, karena terbukti menjadi perencana dan penyandang dana pelatihan kelompok bersenjata di pegunungan Jantho, Aceh, pada 2010. (arh/gil)