Ucapan Duka Mengalir atas Berpulangnya Wartawan Rusdi Mathari

CNN Indonesia, CNN Indonesia | Jumat, 02/03/2018 16:00 WIB
Ucapan Duka Mengalir atas Berpulangnya Wartawan Rusdi Mathari Foto: Dok. Rusdi Mathari via facebook
Jakarta, CNN Indonesia -- Wartawan senior dan penulis Rusdi Mathari meninggal dunia, Jumat (2/3). Rusdi dimakamkan di TPU Srengseng Sawah, Jakarta.

Di laman jejaring sosial Facebook-nya, puluhan orang mengucapkan bela sungkawa yang turut mereka rasakan terhadap kabar tersebut.

"Bela sungkawa mendalam atas berpulangnya sampeyan ke kasedan jati Cak. Selamat jalan Cak. Sampeyan jurnalis, penulis, dan kawan asyik yang tak pernah kehabisan semangat. Tabik," tulis Dwidjo U. Maksum.


Pengguna Facebook lain bernama Andreas Ambar Purwanto menulis, "Selamat jalan kawan. Semoga kita bersua lagi di seberang sana."

"Cak Rusdi, selamat jalan. Terima kasih ilmunya dan guyonannya. Sampai ketemu lagi," tulis Christine Nababan.

"Selamat jalan Cak Rusdi, terima kasih atas segala tulisan-tulisan yang menginspirasi, atas segala cerita hidup yang penuh makna," tulis pengguna Facebook lain Ranny Afandi.

Seorang teman Rusdi bernama Priambudhi Margono juga mengekspresikan rasa dukanya. "Selalu teringat cerita-cerita konyolmu ketika berkunjung ke rumah, Rus. Innalillahi wa innalillahi rajiun," tulis Priambudhi.

Rusdi Mathari lahir di Situbondo pada 12 Oktober 1967. Sebelumnya, Rusdi pernah bekerja di beberapa media seperti InfoBank, Suara Pembaruan, Tempo, hingga Geo Times. Rusdi juga sempat aktif di Aliansi Jurnalis Independen.

Beberapa buku-buku Rusdi yang pernah diterbitkan antara lain Aleppo, dan  Merasa Pintar, Bodoh Saja Tak Punya. (ast/asa)