Pasalnya, Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) mendatangi acara sebelum dimulai dan memberikan teguran kepada pengundang.
Kedatangan anggota Panwas Kota Bandung dan Panwas Kecamatan Bandung Wetan ke lokasi acara dilakukan setelah mendapatkan sebaran undangan. Lokasi acara bertempat di Ambrogio Patisserie, Jalan Banda, Bandung.
"Karena kami mendapatkan surat undangan dan upaya kami mencegah dulu sebelum terjadi dan bisa dipahami (panitia)," kata Ketua Panwaslu Kota Bandung Farhatun Fauziyyah, Senin (5/3).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Selama itu diselenggarakan sesuai aturan, tidak masalah. Tetapi manakala kita melihat itu ada aturan yang melanggar, maka pada saat ini preventif dulu memberikan penjelasan dulu pada penyelenggara," ungkapnya.
Berdasarkan sebaran undangan, kegiatan itu terbatas untuk 20 orang. "Di lokasi, panwas tidak melihat banyaknya orang yang hadir yang datang ke sana karena mungkin sudah ada surat pembatalan," kata Farhatun menerangkan.
Ingatkan Netralitas Pers di Pilkada
Terkait acara ini, Farhatun juga mengingatkan agar pers tetap netral dalam melaksanakan tugasnya. Sebagaimana imbauan Dewan Pers, media dan wartawan sebaiknya tak ikut berpolitik jelang Pilkada serentak dan Pilpres 2019.
"Nanti kalau misalkan pers hadir di sana mereka mendapatkan visi misi sama saja kan paslon itu melakukan kampanye terhadap pers. Apapun itu mau silaturahmi atau apa, yang pasti dalam undangan itu menyampaikan visi misi terhadap keluarga besar pers itu artinya sama saja berkampanye," ujarnya.
Dia berpendapat, dengan mengajak rekan pers bertemu dan tim pemenangan menjabarkan visi misi dalam pertemuan tersebut, maka sama saja mengajak pers untuk tidak netral.
Sementara itu, Anggota Tim Pemenangan Ridwan Kamil Ram Ram Muhammad membantah isu acara pertemuan tersebut dibubarkan.
"Tidak benar adanya pembubaran, yang ada kita melakukan konsultasi dengan panwas agar acara itu tidak melanggar aturan," kata Ram.
Setelah berkonsultasi, Ram mengaku acara dibatalkan dan akan dijadwalkan ulang dengan cara berbeda.
"Kami akhirnya sepakat untuk tidak menggelar acara tersebut dan melakukan penjadwalan ulang, caranya dengan mendatangi kantor media masing-masing," ujar dia.