Tak Selalu Serius, Jokowi Juga Bahas Pisang Goreng di Istana

Christie Stefanie, CNN Indonesia | Selasa, 06/03/2018 09:42 WIB
Tak Selalu Serius, Jokowi Juga Bahas Pisang Goreng di Istana Puan Maharani menyatakan Jokowi tak selalu membahas hal serius saat menerima tamu di Istana, kadang hal ringan dan sederhana jadi bahan pembicaraan. (CNN Indonesia/Christie Stefanie)
Jakarta, CNN Indonesia -- Menteri Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani mengatakan, Presiden Joko Widodo tidak selalu membicarakan hal serius di Istana saat mengundang partai politik. Hal-hal remeh juga kadang dibahas.

Puan mengatakan hal-hal ringan dan sederhana seperti makanan kerap dibicarakan Jokowi bersama tamunya seperti ketua-ketua umum partai politik di sana.

"Kadang ngobrol ngalor ngidul tapi bukan artian yang aneh-aneh. Bisa bicara apa kopi yang enak, pisang goreng yang enak. Jangan ketika pertemuan di Istana (dianggap) selalu serius," kata Puan di Kompleks Istana Kepresidenan, kemarin (5/3).

Hal itu disampaikan menyikapi tudingan Ketua Dewan Pembina Advokat Cinta Tanah Air (ACTA) Habiburokhman kepada Jokowi karena menggunakan Istana untuk membicarakan strategi pemenangannya dalam Pilpres 2019.


Tudingan itu muncul setelah Presiden menerima Partai Solidaritas Indonesia di Istana Merdeka pada 1 Maret. Sehingga, ACTA kemarin mengajukan laporan kepada Ombudsman terkait hal ini.

Puan berpendapat, pertemuan Jokowi dengan PSI wajar dan tidak melanggar administrasi. Presiden memang sudah sewajarnya menjalin komunikasi politik dengan partai.

"Kan partai politik ini bukan partai politik yang abal-abal atau kemudian tidak jelas, ini kan sudah sesuai konstitusi," kata putri Ketua Umum PDI Perjuangan ini.

Terpisah, Sekretaris Kabinet Pramono Anung menuturkan, Presiden Jokowi mau menemui parati politik apapun terutama yang sudah disahkan Komisi Pemilihan Umum (KPU) apabila ada permintaan terlebih dahulu.

Pertemuan disebut hanya bersifat silaturahmi tanpa adanya keterlibatan Presiden dalam politik praktis atau apapun yang menyalahgunakan kewenangannya.

"Saya yakin presiden sangat taat dan patuh pada aturan main dan undang-undang karena semua hal dan pengambilan keputusan presiden selalu berdasarkan hal itu," kata Pramono. (sur)