Jokowi Copot Sofyan Djalil Jika Tak Becus Urus Tanah Warga

Ihsan Dalimunthe, CNN Indonesia | Selasa, 06/03/2018 16:25 WIB
Jokowi Copot Sofyan Djalil Jika Tak Becus Urus Tanah Warga Presiden Jokowi ancam copot menteri Sofyan Djalil jika tak penuhi target tujuh juta sertifikat tanah. (CNN Indonesia/ Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengancam bakal mencopot Menteri Agraria dan Tata Ruang (ATR)/Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Sofyan Jalil jika tak memenuhi instruksinya dalam mengurusi persoalan sertifikasi tanah untuk masyarakat.

Saat memberikan sambutan pada penyerahan 15.000 sertifikat tanah, di halaman parkir Sirkuit Internasional Sentul, Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor, Jokowi mengatakan akan memecat Sofyan jika tahun ini gagal menyelesaikan target sertifikasi tujuh juta bidang tanah .

"Sudah perintahkan kepada Pak Menteri, Pak Menteri tahun ini tujuh juta. Jangan ditawar, kalau tidak bisa tujuh juta saya ganti, saya copot, saya copot menterinya," kata Presiden Jokowi sebagaimana dikutip dari laman resmi setkab.go.id, Selasa (6/3).


Jokowi pun menginstruksikan Sofyan untuk segera menyampaikan target tersebut ke Kantor Wilayah (Kanwil) Badan Pertahanan Negara (BPN). Menurut dia, jika target tidak ditentukan, persoalan sertifikat tidak akan rampung-rampung.

"Misalnya untuk Kabupaten Bogor targetnya 80.000. Kalau nggak nyampai, kantor BPN juga dicopot sama Pak Menteri. Gitu," ujar Jokowi.

Jokowi mengungkapkan dari 126 juta sertifikat yang harus diterima masyarakat, baru 51 juta yang sudah diselesaikan. Menurut dia, pada tahun 2017, pemerintah baru bisa menyelesaikan 5 juta sertifikat. Untuk itu, dia menekankan agar setiap tahunnya target sertifikasi terus ditingkatkan.

"Tahun ini harus tujuh juta sertifikat, dan tahun depan (2019) akan diselesaikan sembilan juta sertifikat," kata dia.


Jokowi menjelaskan saat dirinya berkunjung ke wilayah kampung dan desa di Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Jawa, NTT, NTB, sampai Papua keluhan soal sengketa tanah dan lahan tak kunjung usai.

"Kabupaten Bogor juga sama banyak sengketa, tadi sudah dilaporkan oleh Pak Menteri, coba, karena apa? rakyat belum pegang yang namanya tanda bukti hak hukum atas tanah," ungkap Jokowi.

Atas dasar itu, Jokowi pun mengaku bersyukur bisa menyerahkan 15 ribu sertifikat tanah kepada masyarakat di Kabupaten Bogor. Bahkan tahun lalu secara total telah diserahkan 60 ribu sertifikat kepada masyarakat di Kabupaten Bogor.

Jokowi berpesan bagi masyarakat yang sudah memegang sertifikat agar disimpan di dalam plastik sehingga terlindung dari kerusakan karena air atau faktor lainnya. Selain itu, dia juga berpesan agar sertifikat tanah segera dibuat duplikatnya agar tidak repot saat terjadi kehilangan.

"Jadi sertifikat ini sekali lagi adalah tanda bukti hak hukum atas tanah yang kita miliki," demikian Jokowi.