FOTO: Ragam Suara di Hari Perempuan Internasional

CNN Indonesia/Adhi Wicaksono, CNN Indonesia | Kamis, 08/03/2018 19:10 WIB

Jakarta, CNN Indonesia -- Para perempuan dari berbagai elemen berunjuk rasa di depan Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (8/3) memperingati Hari Perempuan Internasional.

Sejumlah perempuan menggelar aksi memperingati Hari Perempuan Internasional yang jatuh hari ini, Kamis 8 Maret 2018. Aksi itu digelar di depan Istana Merdeka, Jakarta.
Aksi ratusan perempuan itu mendapat pengawalan dari aparat gabungan TNI dan Polri. Kedua institusi itu mengerahkan personel wanita yang didukung oleh personel pria untuk mengamankan aksi tersebut.
Dalam aksinya mereka mengajukan sejumlah tuntutan seperti kesetaraan hak untuk perempuan, menolak eksploitasi terhadap perempuan, menuntut akses perlindungan dan pemulihan bagi korban kejahatan seksual, serta upah yang layak.
Aksi di Jakarta ini diikuti sekitar 69 organisasi yang berasal dari elemen buruh, masyarakat nelayan, petani, penghayat pemberdayaan, difabel, dan korban kekerasan HAM serta kelompok marjinal lainnya.
Aksi peringatan Hari Perempuan Internasional ini juga menggaungkan solidaritas terhadap kelompok Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender (LGBT) yang kerap mengalami diskriminasi.
Salah satu anggota massa aksi, Nur Aini mengatakan mereka sengaja menggelar unjuk rasa karena masih ada kebijakan pemerintah yang tidak berpihak pada kaum hawa.
Aksi yang digelar dari pagi hingga sore ini berjalan tanpa ada gangguan keamanan yang berarti. Namun aparat tetap siaga mengawal aksi tersebut hingga berakhir.
Aksi massa di Hari Perempuan Internasional tak sepenuhnya didominasi perempuan. Aksi ini juga didukung oleh kaum pria yang peduli terhadap pemenuhan dan perlindungan hak-hak perempuan.
Kritik keras dalam aksi ini datang dari gerakan perempuan dari kalangan buruh. Saat aksi, massa dari Gabungan Serikat Buruh Indonesia (GSBI) menyebut pemerintahan Jokowi belum mampu memenuhi hak-hak buruh perempuan. Mereka juga menyebut pemerintahan Jokowi antirakyat.