BPTJ Klaim Punya SOP Atasi Macet karena Kecelakaan di Tol

Tiara Sutari, CNN Indonesia | Jumat, 09/03/2018 03:14 WIB
BPTJ Klaim Punya SOP Atasi Macet karena Kecelakaan di Tol BPTJ menyebut sudah ada Standar Operasional Prosedur (SOP) untuk menangani kemacetan di ruas jalan tol, terutama yang diakibatkan karena kecelakaan. (ANTARA FOTO/Risky Andrianto).
Jakarta, CNN Indonesia -- Kepala Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) Bambang Prihartono mengaku ada Standar Operasional (SOP) yang digunakan untuk mengantisipasi kemacetan di ruas jalan tol. SOP itu juga dilakukan untuk menangani kemacetan di jalan tol yang diakibatkan kecelakaan.

"Kami ada SOP, semuanya juga sudah dijalankan," kata Bambang kepada CNNIndonesia.com saat dihubungi melalui telepon, Kamis (8/3).

Namun Bambang enggan menjelaskan rinci SOP yang dimaksud. Meski begitu, Bambang menyebut kemacetan yang diakibatkan oleh kecelakaan di ruas jalan tol memang di luar kendali pemerintah.


"Itu (kemacetan akibat kecelakaan) memang di luar kendali. Jasa Marga maupun Kakorlantas (Kepala Korps Lalu Lintas Polri) sudah melakukam berbagai upaya untuk memgantisipasi ini," katanya.

Namun kata dia, apabila terjadi kecelakaan di tol, masyarakat sebaiknya segera keluar melalui pintu tol terdekat dan mengambil jalur alternatif, sehingga bisa terhindar dari kemacetan.

"Pilihannya tentu keluar pintu tol terdekat, jangan tunggu terjebak hingga 12 jam," katanya.

Selain itu, Bambang juga menyarankan agar masyarakat lebih memilih menggunakan kendaraan umum alih-alih kendaraan pribadi.

"Ya yang paling utama sih solusi terbaik pindah angkutan, gunakan angkutan umum alih-alih kendaraan pribadi," kata dia.

Kemarin, Ruas jalan Tol Cikampek mulai dari KM 09 hingga KM 38 arah Jakarta menuju Bandung sempat mengalami macet total. Ratusan mobil terjebak dan tidak bergerak sama sekali.

Humas PT Jasa Marga Dwimawan Heru mengatakan kemacetan itu terjadi akibat kecelakaan sebuah truk pengangkut pipa beton seberat 80 ton yang bergeser dari dudukannya. (osc/osc)