Berdasarkan informasi yang dihimpun CNNIndonesia.com, mereka adalah Kepala Biro Pengkajian dan Strategi Polri Brigadir Jenderal Toni Harmanto, Kapolda Nusa Tenggara Barat (NTB) Brigjen Firli, dan Perwira Menengah Staf Sumber Daya Manusia (SSDM) Polri penugasan pada Kementerian Agraria dan Tata Ruang Brigjen Abdul Hasyim Gani.
Mereka akan menjalani seleksi untuk mengisi jabatan yang ditinggalkan seorang jenderal bintang dua, Irjen Heru Winarko, yang diangkat menjadi Kepala BNN.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ya, namanya mau ikut seleksi tentu persiapan untuk mengikuti seluruh tahapan, kompetensi, dan integritas," kata Firli saat dihubungi CNNIndonesia.com, Kamis (8/3).
Sebab, Polri memiliki standar dalam melakukan pembinaan terhadap personilnya, baik secara formal, informal, maupun dengan pengalaman tugas.
"Pendidikan formal, saya kira cukup ya karena saya alumni PPSA XXI Lemhannas RI," tutur mantan Wakapolda Jawa Tengah itu.
Namun, dia belum mau bicara terlalu jauh mengenai langkah yang yang akan ia ambil ketika terpilih menjadi Deputi Penindakan KPK. Saat ini, dia mengaku akan fokus untuk mempersiapkan diri sebelum mengikuti seleksi.
Ia hanya mengatakan bahwa dirinya memiliki sejumlah rencana guna memperkuat bidang penindakan KPK jika nantinya terpilih.
"Namun harus ingat bahwa perubahan penting, tapi lebih penting kestabilan dan keseimbangan," ucap Firli.
KPK juga bakal melakukan seleksi untuk posisi Direktur Penyidikan. Porli disebut bakal menarik Direktur Penyidikan KPK Brigadir Jenderal Aris Budiman untuk ditempatkan pada posisi lain dalam rangka promosi.
Korps Bhayangkara sendiri juga telah mengirimkan tiga nama untuk mengikuti seleksi posisi Direktur Penyidikan KPK. Proses seleksi untuk dua posisi penting tersebut bakal dilakukan oleh pihak ketiga. Seleksi tersebut akan meliputi tes potensi dasar, bahasa, kompetensi, kesehatan, dan wawancara dengan pimpinan KPK.