Dalam surat dakwaan, Bimanesh disebut merekayasa kondisi kesehatan Setnov untuk menghindari proses pemeriksaan dari penyidikan KPK. Atas dakwaan tersebut, Bimanesh tak mengajukan eksepsi.
"Tidak betul ada kesengajaan untuk bantu (rekayasa). Tidak ada itu," ujar Wirawan di Pengadilan Tipikor Jakarta, Kamis (8/3).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Mereka ketemu hanya untuk konsultasi soal kliennya (Setnov). Tidak pernah ada perintah rekayasa, apalagi perintah untuk diperban," katanya.
"Ya kami akui klien kami melakukan kesalahan prosedur atau disiplin kedokteran," ucap Wirawan.
Lihat juga:Dokter Bimanesh Jalani Sidang Perdana |
Bimanesh sebelumnya didakwa merintangi penyidikan kasus dugaan korupsi e-KTP dengan merekayasa agar Setnov menjalani rawat inap di RS Medika pada 16 November 2017 untuk menghindari pemeriksaan oleh penyidik KPK.
Ia didakwa melanggar pasal 21 UU 20/2001 tentang Tipikor juncto pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. (osc)