Jokowi Jamin Hak Perempuan dalam Pendidikan dan Karier

Christie Stefanie & NDY, CNN Indonesia | Kamis, 08/03/2018 23:11 WIB
Jokowi Jamin Hak Perempuan dalam Pendidikan dan Karier Presiden Joko Widodo (kanan) didampingi Ibu Negara Iriana Joko Widodo (kiri), di Jakarta, 2017. Jokowi mengaku menjami hak-hak perempuan dalam pendidikan dan pekerjaan. (Foto: ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari)
Jakarta, CNN Indonesia -- Presiden Joko Widodo menjamin bahwa setiap perempuan punya kesempatan yang sama dalam untuk mendapatkan pendidikan dan karier. Pihaknya pun mendukung perjuangan perempuan untuk memajukan negara.

"Semua anak-anak dan remaja perempuan harus mempunyai kesempatan yang sama dalam pendidikan, dalam pekerjaan, dalam karir serta penghargaan dari masyarakat," kata dia, di alun-alun kota Lamongan, Jawa Timur, Kamis (8/3) seperti dikutip dari Antara.

Hal ini dikatakannya terkait peringatan Hari Perempuan Internasional yang jatuh pada 8 Maret. Sejak 1977, Perserikatan Bangsa-Bangsa menjadikan tanggal itu sebagai Hari Perempuan Internasional.

"Saya ingin mengucapkan selamat Hari Perempuan Internasional kepada para ibu yang hadir di sini, kepada seluruh perempuan Indonesia yang saya banggakan dan hormati," ujar Jokowi.

Presiden juga menegaskan bahwa perempuan tidak boleh kalah dengan laki-laki dalam berkarya.

"Dalam pendidikan, dalam pekerjaan, dalam berprofesi, perempuan tidak boleh kalah dengan laki-laki, setuju ndak?" tanya Presiden kepada warga yang hadir.

Aksi damai dalam rangka Hari Perempuan, di Jl. MH. Thamrin, Jakarta, Kamis (8/3).Aksi damai dalam rangka Hari Perempuan, di Jl. MH. Thamrin, Jakarta, Kamis (8/3). (Foto: CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)

Ia pun menjamin negara akan mendukung perjuangan perempuan.

"Saya jamin negara akan mendukung penuh perjuangan dan kontribusi perempuan dalam kemajuan bangsa kita Indonesia," aku dia.

Terpisah, Parade Juang Perempuan dan para buruh serta berbagai elemen masyarakat lainnya melakukan 'Kamisan' di depan Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (8/3).

"Harapannya dari acara kamisan ini, pemerintah mendengar sehingga punya kepedulian terhadap perempuan karena di luar sana banyak perempuan yang mengalami pelecehan, kekerasan fisik dan verbal," ucap Aprilia, salah satu panitia aksi yang berasal dari Lembaga Bantuan Hukum Jakarta.

Sebagian peserta yang datang mengenakan baju hitam dan membawa payung hitam.

"Warna hitam adalah simbol bahwa korban tidak akan tinggal diam sampai keadilan bagi korban kekerasan HAM di masa lalu diwujidkan, salah satunya yaitu kejahatan HAM di adili," ujar Helena, salah satu peserta aksi.

Tin Khusna, peserta 'Kamisan' lainnya dari Perempuan Mahardika, mengetukkan batang bambu ke kentongan bambu yang ia dan sebagian peserta bawa.

"Ini tanda bahaya," jelas Tin, "Bahaya terkait dengan situasi di Indonesia."

Sebab, saat ini masih banyak perempuan di Indonesia yang mengalami diskriminasi dan berada dalam kemiskinan.

Aksi 'Kamisan' ini selesai sekitar pukul 17.00 WIB. Namun, aksi Parade Juang masih berlangsung.


(arh/arh)