Sekjen PPP Sebut Jokowi Punya Tim Internal Penjaring Cawapres

Joko Panji Sasongko, CNN Indonesia | Jumat, 09/03/2018 06:17 WIB
Sekjen PPP Sebut Jokowi Punya Tim Internal Penjaring Cawapres Presiden Joko Widodo memiliki tim internal untuk menjaring calon wakil presiden untuk mendampinginya dalam proses Pemilihan Umum Presiden 2019. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono).
Jakarta, CNN Indonesia -- Presiden Joko Widodo disebut-sebut memiliki tim internal untuk menjaring calon wakil presiden yang bakal mendampinginya dalam proses Pemilihan Umum Presiden 2019.

Sekjen PPP Arsul Sani mengungkapkan tim itu terdiri dari para tokoh independen yang ditunjuk langsung oleh Jokowi.

"Hal yang saya tahu tim internalnya Pak Jokowi untuk jaring cawapres itu tokoh independen," ujar Arsul di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (8/3).

Arsul menerangkan tim internal Jokowi bekerja mengolah masukan cawapres yang diajukan oleh partai pendukung yang mendeklarasikan Jokowi sebagai capres. Masukan itu nantinya diolah dan hasilnya diserahkan kepada Jokowi untuk kemudian disimpulkan bersama partai politik pendukung.


Lebih lanjut, Arsul mengklaim PPP tidak merisaukan keberadaan tim internal Jokowi. Keberadaan tim itu justru dianggap bagus karena Jokowi dapat menentukan cawapres yang diharapkannya tanpa ada tekanan.

"Itu bagus. Kalau di tim itu ada perwakilan partai-partai ya ngapain," ujarnya.

Di sisi lain, Arsul masih enggan membeberkan siapa saja tokoh yang ditunjuk oleh Jokowi untuk mengolah cawapres Jokowi. Ia hanya mengatakan seluruh partai telah menyerahkan kriteria cawapres kepada tim tersebut.

Arsul berkata kriteria cawapres yang diterima tim itu, di antaranya santri, agamis, nasionalis, intelek, hingga anak muda.

Lebih dari itu, Arsul enggan berkomentar lebih jauh soal peluang Ketum PPP Muhammad Romahurmuziy menjadi sosok yang bakal dipilih Jokowi sebagai cawapres.

Ia beralasan PPP siap mendukung keputusan yang dipilih Jokowi.

"Yang penting kan begini, PPP tau diri jabatan itu tidak usahlah dikejar-kejar, apalagi dalam keadaan tiga tahun seperti ini. Tapi kalau ditunjuk atau orang lain yang menyerahkan ya tanggungjawab itu harus dilaksanakan," ujar Arsul.

Hingga saat ini, Jokowi belum secara resmi mendeklarasikan diri sebagai capres di Pilpres tahun 2019. Di sisi lain, sejumlah parpol sudah menyampaikan dukungannya dan mendeklarasikan Jokowi sebagai capres. (lav/lav)