Warga Teriak Bau Sampah Saat Sandi Datang ke Bantar Gebang

Tiara Sutari, CNN Indonesia | Jumat, 09/03/2018 11:47 WIB
Warga Teriak Bau Sampah Saat Sandi Datang ke Bantar Gebang Sejumlah truk sampah antre untuk menurunkan sampah di area Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) Bantar Gebang, Bekasi, Jawa Bara. (ANTARA FOTO/Risky Andrianto)
Jakarta, CNN Indonesia -- Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno mengunjungi Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantar Gebang, Bekasi, Jawa Barat, Jumat (8/3).

Saat berkunjung ke kawasan itu Sandi sempat berkeliling untuk lari pagi sejauh lima kilometer.

Dia juga menemui beberapa pegawai TPST yang setiap harinya bertugas mengepul dan mengolah sampah di Bantar Gebang.


Sandi menerima banyak keluhan dari masyarakat di Bekasi yang mengeluh kediaman mereka menjadi lebih bau sejak TPSP Bantar Gebang tak lagi dikelola oleh swasta.

Bahkan, sejumlah petugas dan warga sempat berteriak kepada Sandi.

"Bau pak, ini juga tidak naik gaji pak," kata seorang petugas TPST dari atas truk saat melihat Sandi melintas.

Sandi pun menanggapinya dengan senyum dan lambaian tangan.


Warga Bantar Gebang lainnya juga meneriaki Sandi dengan keluhan bau sampah.

"Ini sejak dikelola DKI jadi bau dan airnya banyak yang berceceran di jalan saat truk ngangkut sampah, bagaimana ini pak," kata warga tersebut yang lagi-lagi hanya dibalas senyum dan lambaian tangan oleh Sandiaga.

Pengelolaan TPST Bantar Gebang beralih ke tangan Pemprov DKI Jakarta sejak Juli 2016. Sebelumnya, sejak tahun 2008 pengelolaan sampah dikelola oleh swasta, yakni PT Godang Tua Jaya (GTJ).

Warga Teriak Bau Sampah Saat Sandi Datang ke Bantar GebangSandiaga Uno (CNN Indonesia/Tiara Sutari)

Setiap tahun PT GTJ mendapat dana sebesar Rp 300 miliar dari APBD DKI. Namun PT GTJ dituding tidak bisa melaksanakan kewajiban yang dibebankan sesuai dengan isi perjanjian kerja sama pengelolaan TPST Bantar Gebang sehingga Pemprov DKI mengeluarkan SP3 hingga pemutusan kontrak dengan PT GTJ.

Kawasan Wisata

Mendengar keluhan warga dan petugas TPSP, Sandi mengatakan akan menyulap TPST itu menjadi kawasan Pariwisata dan edukasi.

"Kalau saya melihat ini adalah sebuah peluang yang sangat besar. Sampah ini, kalau di-manage (dikelola) dengan baik justru bisa menjadi sumber penghidupan, pariwisata," kata Sandi

Sandi mengakui masih perlu perbaikan di kawasan itu. Apalagi air limbah buangan dari angkutan yang banyak berceceran di jalanan cukup menimbulkan bau menyengat hingga ke pemukiman warga.

"Jadi hari ini kita lihat sendiri, kondisinya Bantar Gebang masih perlu banyak perbaikan tapi kita sudah cukup maju," katanya.

Namun Sandi belum menjelaskan jenis wisata edukasi yang ingin dia kembangkan di TPST Bantar Gebang.

(ugo/kid)