Tommy Tak Ambil Pusing Partainya Diidentikkan dengan Soeharto

Feri Agus, CNN Indonesia | Minggu, 11/03/2018 14:44 WIB
Tommy Tak Ambil Pusing Partainya Diidentikkan dengan Soeharto Ketum Partai Berkarya Tommy Soeharto menilai wajar jika dia dan partainya diidentikan dengan mantan Presiden Soeharto. (CNN Indonesia/Andry Novelino).
Solo, CNN Indonesia -- Ketua Dewan Pembina Partai Berkarya Hutomo Mandala Putra alias Tommy Soeharto tak ambil pusing dengan pihak-pihak yang mengidentikan dia dan partainya dengan bapaknya yang juga Presiden RI ke-2 Soeharto.

Putra bungsu Soeharto itu pun menilai hal tersebut wajar dan tak perlu ada yang dikhawatirkan.

"Saya kira mengenai keterkaitan identik dengan pak Harto, itu hal wajar, kenapa mesti dikhawatirkan?" kata Tommy dalam konferensi pers di sela-sela Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) ke-III Berkarya di Solo, Jawa Tengah, Minggu (11/3).


Tommy juga mempersilakan pihak-pihak yang mengaitkan acara Berkarya yang digelar hari ini bertepatan dengan keluarnya Surat perintah 11 Maret pada 52 tahun silam dari Presiden Sukarno kepada Soeharto. Menurut Tommy, secara kebetulan saja acara partai besutannya itu mengambil waktu 10 sampai 11 Maret.

"Adapun dikaitkan dengan Supersemar dan sebagainya, itu silakan boleh-boleh saja dikaitkan. Tapi yang utama Rapimnas ini konsentrasinya konsolidasi partai, memperbaiki kinerja partai," tuturnya.

Tommy melanjutkan bahwa dengan melihat kondisi negara hari ini, rakyat sudah dapat menilai pemerintahan mana yang lebih enak. Presiden Komisaris Humpuss Group itu menyerahkan kepada rakyat untuk memilih siapa yang lebih baik mengelola negara ini.

"Saya kira sekarang rakyat makin tahu mana yang lebih enak dan mana yang lebih tidak enak," ujar Tommy.

Karena itu, Tommy menyerahkan sepenuhnya kepada rakyat untuk menentukan pilihannya dalam memilih pemimpin negara yang bisa mengelola pemerintahan dan bangsa Indonesia.

"Saya kira tidak ada masalah dengan hal tersebut. Nanti biar rakyat yang menentukan siapa yang lebih baik untuk mengelola bangsa dan negara ini," kata Tommy.

(osc)