Dia menegaskan dua kejadian tersebut murni musibah. Tak ada kaitannya dengan kualitas alutsista saat ini.
"Tidak ada hubungannya, itu kan musibah. Musibah itu harus kita evaluasi, kami jadikan pengalaman. Bukan kami jadikan suatu persoalan berarti alatnya jelek," ujar Mulyono saat ditemui di Jakarta, Selasa (13/3).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:Insiden Tank Tergelincir Tewaskan 2 Orang |
Namun ia menyatakan akan melakukan penghentian operasi alutsista serupa sampai ada hasil investigasi. Meski begitu, Mulyono tetap yakin permasalahannya bukan pada kualitas dan perawatan alutsista.
Tank batalion Yonif 412/BES itu mengangkut 20 anak dari Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan Taman Kanak-Kanak (TK) Sindurjan, Kecamatan Purworejo yang sedang mengikuti kegiatan outbond.
Kemudian dua hari setelahnya pada Senin (12/3) Kapal Motor Cepat (KMC) AD-16-05 milik Kodam Jaya tenggelam di perairan Kepulauan Seribu.