"Masih susah mencari kerja di Jakarta Utara? Nah dengan hibah ini, kita harapkan paling tidak 3 lapangan kerja tercipta," kata Sandi dalam pidato sambutannya.
Sandi menjelaskan, 3 lapangan pekerjaan yang bisa diciptakan itu, yakni dari pihak RW, dari supir motor sampah, dari pengumpul sampah dan juga bisa bank sampah. Menurut Sandi, hal-hal tersebut bisa menghasilkan nilai ekonomis.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ini kan sumbangan dari masyarakat. Bukan dari APBD. Kalau ada anggota masyarakat lain yang mau menyumbang, silahkan," ucap Sandi ketika diwawancarai di gedung Walikota Jakarta Utara.
"Jumlah yang sekarang ada 20 unit dan akan diserahkan ke 20 RW Wilayah Jakarta Utara," katanya.
Sandi menargetkan bahwa mulai 2018 dengan kegiatan yang terinisiasi maksimal, dapat mengurangi sampah yang ada di wilayah DKI Jakarta.
Kalau (masalah) sampah dalam dua tahun ke depan tidak diselesaikan maka akan terjadi krisis sampah di Jakarta dimana jumlah sampah dapat mencapai 10.000 ton.
"Bagaimana caranya sekarang kita bisa kelola dengan lebih baik. Sampah menjadi berkah. Dari sebuah musibah menjadi hikmah," ujarnya.
"Sehingga kita bisa menciptakan lapangan kerja dari masyarakat menengah ke bawah," ucap Sandi. (osc/gil)