Anies-Sandi Dituntut Lebih Tegas Setop Penggunaan Air Tanah

Tiara Sutari, CNN Indonesia | Kamis, 15/03/2018 06:31 WIB
Anies-Sandi Dituntut Lebih Tegas Setop Penggunaan Air Tanah Ilustrasi. (CNN Indonesia/Safir Makki).
Jakarta, CNN Indonesia -- Koalisi Rakyat Untuk Hak Atas Air (KRuHA) mendesak agar Pemerintah Provinsi DKI menyetop sama sekali penggunaan air tanah.

KRuHA menilai tak hanya kerusakan lingkungan yang berakibat pada menurunnya permukaan tanah DKI, tetapi juga berakibat pada gangguan ekosistem dan kesehatan bagi pengguna langsung air tanah ini.

"Kami lihat air tanah DKI itu tidak benar-benar bisa dikonsumsi, bisa saja dalam air itu ada bakteri e-coli yang jelas berbahaya," kata staf riset dari KRuHA Sigit Karyadi Budiono kepada CNNIndonesia.com di kawasan Gambir, Jakarta Pusat, Rabu (14/3).


Menurut Sigit, Pemprov DKI harusnya bisa lebih tegas terkait larangan penggunaan air tanah ini. Tak hanya melakukan inspeksi mendadak atau razia, tetapi langsung menindak tegas pengguna air tanah ini.

Apalagi seperti diketahui, penggunaan air tanah ini banyak dicurangi dan dilakukan oleh gedung-gedung tinggi seperti perhotelan.

"Ya tentu jelas, hotel yang gunakan pasti dalam jumlah yang sangat maksimal, izin per meter sekian tapi kenyataan yang digunakan lebih, baiknya tentu disetop saja," kata dia.

Pemprov DKI pun, kata dia, harus segera mengeluarkan aturan tegas yang disertai dengan penindakan bagi para pelanggarnya. Aturan terkait larangan penggunaan air tanah ini bisa saja dikeluarkan dalam bentuk Pergub atau bahkan Perda.

"Jadi tidak hanya 'kami larang' tapi perlihatkan dan sekalian saja buat aturan tegas yang bisa langsung dijalankan," lanjut Sigit.

Tak Hanya Larang Tapi Rawat

KRuHA juga menilai maraknya penggunaan air tanah di DKI ini karena minimnya air permukaan atau air komersil yang bisa digunakan oleh para pengusaha maupun warga masyarakat.

Padahal, kata dia, di Indonesia khususnya Jakarta sudah semestinya pengolahan air dilakukan dengan gencar.

"Air itu jenisnya banyak, tidak mungkin kita semua ini kekurangan air kalau tahu cara kelolanya, tak perlu hanya pakai air tanah," kata Sigit.

Misalnya ungkap dia, dengan mengolah dan menampung air hujan, danau, maupun sungai.

"Saya yakin hotel itu punya alat untuk tampung dan olah air hujan. Di samping itu pemerintah juga bisa bersihkan, rawat seberaih-bersihnya danau atau sungai di Jakarta agar airnya bisa digunakan," kata Sigit. (osc)