TNI AL Bakal Ganti Kapal Patroli Produksi 90-an

Dias Saraswati, CNN Indonesia | Kamis, 15/03/2018 02:40 WIB
TNI AL Bakal Ganti Kapal Patroli Produksi 90-an KSAL Laksamana Ade Supandi, di Jakarta, 2017. (Foto: CNN Indonesia/Patricia Diah Ayu Saraswati)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kepala Staf TNI Angkatan Laut Laksamana Ade Supandi mengatakan pihaknya akan mengganti sejumlah kapal patroli yang memiliki bahan dari serat karbon atau fiberglass produksi dekade 90-an, pada tahun ini.

"Kami akan mengganti kapal-kapal [berbahan] fiberglass yang pengadaan tahun 90-an," kata Ade di Mabes TNI Cilangkap, Rabu (14/3).

Ade beralasan kapal patroli serat karbon tersebut telah rentan terhadap gempuran ombak. Kapal patroli penggantinya akan memiliki bahan alumunium, besi, atau baja. "Sehingga bisa tahan lama," imbuh dia.

Terkait target kepemilikan 151 kapal dalam kekuatan pokok minimal TNI AL pada 2024 mendatang, Ade mengaku pihaknya akan mengikuti ketersediaan anggaran.

Menurutnya, TNI AL memang membutuhkan sejumlah kapal baru untuk mengganti armada-armada yang telah berusia tua.

Namun, pihaknya akan mengambil opsi pemeliharaan jika sampai 2024 anggaran bagi TNI AL tidak bisa memenuhi target itu.

"Agar sisi jumlah tidak berkurang, tapi juga tetap namanya kelaikan tetap kita jalankan," jelasnya.

Berdasarkan dinamika perkembangan saat ini, Ade mengatakan ada sejumlah jenis kapal yang dibutuhkan TNI AL. Yakni, kapal selam, kapal patroli, kapal fregat, kapal penangkap ranjau, hingga kapal amphibi.

"Ada nomenklatur kebutuhan jenis kapal itu di angkatan jadi bukan hanya satu," tutup dia.

Sebelumnya, terjadi dua kecelakaan alutsista. Pertama, tank M113A1 milik TNI Angkatan Darat tenggelam di Sungai Bogowonoto, Purworejo, Jawa Tengah, Sabtu (10/3). Dua orang meninggal atas kejadian itu.

Tank batalion Yonif 412/BES itu mengangkut 20 anak dari Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan Taman Kanak-Kanak (TK) Sindurjan, Kecamatan Purworejo yang sedang mengikuti kegiatan outbond.

Kedua, Kapal Motor Cepat (KMC) AD-16-05 milik Kodam Jaya tenggelam di perairan Kepulauan Seribu, Senin (12/3).

Kapal tersebut sedang mengangkut 65 personel Kodam Jaya yang akan berangkat ke Pulau Pramuka dalam rangka kegiatan bakti sosial.


(arh)